Abu Hurairah VS Jabir Al Ju’fi

sumber asal klik sini

seterusnya di sini

Cih baru-baru ini situs tidak tahu malu hakekat.com mengeluarkan tulisan yang berjudul ABU HURAIRAH VS JABIR AL JU’FI. Makalah kali ini adalah bantahan yang menunjukkan kedunguan pemilik situs hakekat.com. Baca dengan baik
Abu Hurairah VS Jabir Al Ju’fi
Abu hurairah digugat, jadi kenapa?. Tentu saja para Salafy jadi pusing, bagaimana mungkin sahabat pujaan mereka boleh diganggu gugat. Bukankah hampir sebagian besar hadis Nabi diriwayatkan Abu hurairah. Menjatuhkan kredibilitas abu hirr berarti kehancuran bagi mahzab salafy nashibi. Para pengikut salafy jadi gusar dan berusaha mencari-cari pembelaan -walaupun sangat tidak berdasar- demi menyelamatkan mahzabnya dari kehancuran. Cari selamat dulu dan jangan biarkan orang awam mengetahui kebenaran yang pahit, jadi harus dipersiapkan rancangan untuk menutupi bahaya besar bagi kejayaan mahzab salafy nashibi.
Cih tingkah hakekat.com merupakan contoh nyata betapa kegusaran membuat pikiran jadi tidak beraturan. Hakekat.com membuat tulisan yang ia pikir dapat menjadi pembelaan bagi abu hurairah. Seperti biasa tulisan rendah itu bergaya provokatif ala persuatif dengan tetap dunguistik. Rupanya banyak teman syiah dan sunni yang belum mengetahui kebenaran yang berusaha ditutup-tutupi oleh hakekat.com al nashibi. Simak baik-baik

Kita sering mendengar gugatan terhadap abu hurairah, seorang sahabat Nabi yang konon baru masuk Islam pada perang Khaibar – yaitu tahun 7 H-.

Mengapa abu hurairah digugat? Karena abu hurairah yang hidup di Madinah selama tiga tahun sebelum wafatnya Nabi – bahkan dikabarkan kalau ia bersama Nabi hanya selama 1 tahun 9 bulan- telah meriwayatkan hadits jauh lebih banyak dari semua sahabat lain.
Perhatikan fakta tidak populer yang sangat mencengangkan.

 
1. hadis abu hurairah jauh lebih banyak dari Abubakar, yang masuk
islam pertama kali – yang menurut salafy nashibi- adalah sahabat
terbaik Nabi.
2. hadis abu hurairah ini jauh lebih banyak dari Imam Ali
alaihissalam yang merupakan pintu kota ilmu Nabi saw.
3. hadis abu hurairah bisa jauh lebih banyak dari Sayyidah Fatimah
alaihissalam putri kesayangan Nabi saw.
4. hadis abu hurairah bahkan lebih banyak dari hadis para istri
Nabi saw.

 
Huh tidakkah kita curiga, kok bisa-bisanya Abu hurairah –dalam waktu bersama Nabi yang sangat singkat– bisa meriwayatkan hadis lebih banyak dari orang-orang terdekat Nabi saw. Akal yang sehat akan terusik dengan fenomena lucu abu hurairah.
Ulama yang mulia Syaikh Abdul Husein Syarafuddin Al Musawi telah membongkar kenyataan yang disembunyikan salafy nashibi tentang abu hurairah. Beliau rahimahullah menulis buku berjudul Abu hurairah. Buku ini benar-benar serangan telak yang menyakitkan hati kaum nashibis seperti hakekat.com. Oleh karena itu hakekat.com bangkit demi membela mahzabnya dengan gaya bersilat lidah bermanis kata dia membuat dalih berikut

Namun di sini kita harus bersikap kritis dan tidak begitu saja percaya dengan logika sederhana ini. Apakah ada data-data yang belum disertakan, atau ada sebab-sebab lain hingga riwayat hadits dari Abubakar As Shiddiq bisa sangat sedikit dibanding sahabat lain, apalagi dibanding Abu hurairah

Cih jangan tertipu, kata-kata seperti ini hanya omong kosong yang keluar dari orang yang bahkan tidak tahu apa itu yang namanya data dan tidak bisa membedakan data yang benar dan yang tidak.

Sebelum kita melanjutkan tentang abu hurairah ada baiknya anda simak kisah di bawah ini

Di suatu tempat ada seorang guru yang terkenal memiliki banyak ilmu, dia memiliki banyak murid yang pandai bahkan anaknya sendiri adalah murid yang paling pandai diantara yang lain. selain mengajar anaknya bersama murid-murid yang lain dia juga mengajar anak kesayangannya secara khusus di rumah. Berpuluh-puluh tahun ia terus melakukan hal seperti ini, sampai suatu ketika setahun sebelum kematiannya ia menerima murid baru.
Murid baru ini ternyata orang yang sangat miskin, selain belajar ia juga dituntut oleh perutnya untuk kesana kemari mencari makanan, sehingga ia terkadang tidak mengikuti pengajaran sang guru demi mencari makanan. Waktu berlalu hingga tepat sebelum kematiannya, sang guru berwasiat kepada semua murid-muridnya “wahai muridmuridku sesungguhnya aku telah tinggalkan bagi kalian, anak kesayanganku ini sebagai penggantiku, bertanyalah kepadanya karena ia telah mewarisi semua ilmuku dan ikutilah dia karena dia akan menjaga kalian dari kesesatan”.

Waktu berlalu dan entah bagaimana ceritanya sehingga murid baru yang cuma setahun bersama sang guru mengumumkan pada orang-orang bahwa ia lebih mengetahui ilmu sang guru dibanding murid-murid yang lain bahkan anak sang guru sendiri.

Sampai disini setelah menyimak cerita di atas, tentu saja kita akan beranggapan bahwa murid baru itu hanyalah seorang pembual, bukankah sudah jelas guru tersebut telah menyatakan siapa sebenarnya yang layak sebagai pewaris ilmu sang guru. Tetapi para pengikut fanatik murid baru itu mengatakan “kelihatannya seperti itu tetapi sebenarnya ada data-data yang tidak diketahui yang akan merubah persepsi siapapun tentang murid baru tersebut”. Ketika ditanya, apa data-data yang dimaksud? mereka mengatakan “murid baru itu mengatakan kalau ia telah diberikan kejeniusan yang luar biasa sehingga dalam waktu hanya satu tahun ia lebih mengetahui banyak ilmu sang guru dibanding murid yang lain”.
Cih, ternyata itulah yang mereka sebut sebagai data rahasia yang akan merubah persepsi orang-orang. Ya, ya benar sekali memang cuma orang-orang dungu yang akan merubah persepsinya sehingga berhasil dikelabui oleh klaim kosong murid baru tersebut. Bagi mereka kata-kata murid baru adalah bukti kuat yang menyangkal perkataan sang guru sendiri. Sungguh betapa kebodohan telah begitu sangat memprihatinkan.
Barangkali pembaca telah memahami cerita di atas. Barangkali juga belum. Cerita di atas adalah “versi sederhana” sebagai analogi dari kisah abu hurairah yang lebih dijadikan pegangan bagi salafy nashibi dibanding ahlul bait Nabi. Ternyata pikiran kita sangat mempengaruhi persepsi kita terhadap sesuatu. Yang sering tertipu ternyata bukan hanya mata, pikiran pun juga. Pikiran bisa menipu kita ketika kita terlalu kolot mempercayai dogma-dogma yang selama ini dijejalkan tanpa henti. Kita selama ini telah mengalami kekurangan data, atau sisi-sisi dari peristiwa yang belum kita ketahui. Segala sesuatu memiliki peluang untuk kita pahami secara berbeda jika kita mengetahui data yang mana yang bisa kita pegang dan data yang mana yang tidak bisa dipegang. Kisah di atas mencerminkan bahwa adanya data saja tidak cukup, data tersebut haruslah akurat dan benar. Artinya bisa jadi penilaian kita terhadap sesuatu yang selama ini kita yakini bukanlah hasil final, yang mencerminkan keadaan sesuatu itu yang sebenarnya.

Hakekat.com mengatakan kalau “abu hurairah meriwayatkan banyak hadis karena ia memiliki banyak murid dibanding sahabat yang lain”. Cih, inilah contoh data yang tidak bisa kita pegang dan disertai penarikan kesimpulan yang salah besar. Coba pikirkan dengan seksama, apa alasannya sehingga abu hurairah bisa memiliki banyak murid dibanding sahabat lain. Apakah sahabat lain semuanya sibuk dan tidak lebih utama dibanding dirinya, bagaimana dengan ahlulbait Nabi?. Bukankah Imam Ali yang dikatakan Nabi saw sebagai pintu kota ilmu. Bukankah Nabi telah mengatakan siapa pegangan bagi umat islam yaitu ahlul baitnya, jadi mengapa justru abu hurairah yang dikerumuni para murid –seperti yang dikatakan hakekat.com-. Cih, salafi nashibi ini seperti tidak mengetahui hadis yang masyhur dikalangan mereka sendiri.
1. bukankah Muadz adalah sahabat Nabi yang dikatakan
paling tahu halal dan haram
2. bukankah Ibnu Abbas adalah sahabat yang didoakan oleh
Nabi sebagai orang yang diberi kepahaman dalam agama
3. bukankah Aisyah adalah orang yang dikatakan “ambillah
separuh agamamu dari humairah”
4. bukankah Ibnu Mas’ud dikatakan sebagai sahabat
penyimpan rahasia Rasulullah
5. dan yang paling lucu, bukankah para pemuja salafy nashibi
itu memuja muawiyah yang dikatakan sebagai orang yang
memberi petunjuk.
Mengapa harus abu hurairah yang memiliki banyak murid dibanding yang lain, apa keutamaan sahabat-sahabat di atas tidak cukup. Mungkinkah keutamaan itu hanyalah kepalsuan semata sehingga orang-orang zaman dulu tidak mengetahuinya jadi pada akhirnya mereka lebih memilih untuk menjadi murid abu hurairah atau justru hakekat.com yang berdusta karena mungkin sebenarnya murid abu hurairah tidak sebanyak murid sahabat lain.
Hakekat.com mengeluarkan dalih lain yang menurutnya adalah data yang akan merubah persepsi kita tentang abu hurairah yaitu

Juga Abu hurairah selama tiga tahun kehidupannya di Madinah tinggal di masjid, termasuk mereka yang disebut sebagai ahlussuffah, yang tidak memiliki pekerjaan.

Huh jadi ini data yang dimaksud. Sungguh para pembaca, hakekat.com ini pintar sekali membual. Abu hurairah dalam tiga tahun itu tidak selalu tinggal di masjid karena pada tahun ke 8 H ia diutus bersama Ala’ bin Hadhrami ke Bahrain. Selain itu wahai pembaca, sepertinya hakekat.com lupa kalau ahlusuffah itu bukan abu hurairah sendiri, ada banyak sekali ahlussuffah tetapi kita tidak mendengar kalau hadis-hadis mereka luar biasa banyaknya. Ya ya inilah data yang akan merubah persepsi orang awam bodoh yang berasa pintar.
Untuk menyelamatkan pamor abu kucing, hakekat.com mencari-cari perawi syiah yang ia katakan lebih dahsyat dari abu hurairah.
Dialah Jabir Al Ju’fi .

Al Hurr Al Amili dalam Wasa’il Syi’ah jilid 20 hal 151 mengatakan:

dia(Jabir) meriwayatkan 70,000 hadits dari Al Baqir, dan meriwayatkan 140,000 hadits, nampaknya tidak ada perawi yang meriwayatkan hadits dari para imam secara langsung, yang lebih banyak dari Jabir .
Memang hakekat.com ini patut untuk ditertawakan, jika ia mengira kalau Jabir lebih dahsyat dari abu hurairah maka ia sudah salah besar. Hadis Jabir dalam literatur syiah jauh lebih kecil dari jumlah itu . Mengenai pernyataan Syaikh Hurr Al Amili maka itu tidak memiliki pengaruh sama sekali karena pada dasarnya beliau hanya menyebutkan ada riwayat yang menyatakan jumlah hadis Jabir puluhan ribu. Syaikh Hurr Al Amili tidak menghitung hadis-hadis Jabir dalam kitab-kitab syiah. Jadi hadis Jabir yang dikatakan Syaikh Hurr Al Amili berjumlah puluhan ribu tidak memiliki wujud nyata di sisi Syiah karena hadis Jabir di sisi Syiah jauh lebih sedikit dari jumlah tersebut. Kontras sekali dengan abu hurairah dimana jumlah hadis yang ia riwayatkan adalah berdasarkan perhitungan hadis-hadis abu hurairah yang memang sudah ada di sisi Sunni.
Fakta menarik yang ditutupi hakekat.com atau mungkin tidak dketahui olehnya adalah bahwa Jabir juga perawi hadis Sunni. Beliau perawi sunan tirmidzi, sunan abu dawud, sunan nasa’i, musnad ahmad, musnad abu awanah dan lain-lain.

Dzahabi dalam Mizan ‘Itidal jilid 1 hal 375 menyebutkan; Al Jarrah berkata kalau ia mendengar Jabir mengatakan bahwa ia memiliki 70.000 hadis dari Abi Ja’far dari Rasulullah saw.

Sedangkan jumlah hadis dalam kutub assittah tidak sebanyak itu, berarti bisa dibilang sebagian besar riwayat dalam literatur sunni adalah melalui perawi satu ini –berdasarkan logika hakekat.com

Dalam kitab Mizan yang sama disebutkan Sufyan Ats Tsawri berkata “Jabir adalah orang yang wara’ dalam menyampaikan hadis, saya tidak pernah melihat orang yang lebih wara’ dalam menyampaikan hadis dibanding dirinya”.
Wara’ adalah sikap kehati-hatian karena takut kepada Allah SWT sehingga bisa dikatakan kalau hadis-hadis Jabir adalah hadis-hadis pilihan menurut Ulama sunni terkenal Sufyan Ats Tsawri. Siapakah yang mendengarkan hadis Jabir? lihat kesaksian Syu’bah ulama besar sunni yang dikutip oleh Dzahabi dalam Mizan ‘Itidal Syu’bah mengatakan “Jabir adalah orang yang shaduq atau jujur” dan Syu’bah juga berkata “setiap Jabir menceritakan hadis maka kami mendengarnya karena ia dinyatakan terpercaya oleh orang-orang”.
Pernyataan Syu’bah bahwa kami mendengar hadisnya jelas menunjukkan kalau orang-orang yang dimaksud syu’bah sebagai mempercayai Jabir adalah orang sunni termasuk dirinya sendiri.
Kemudian hakekat.com mengatakan hal aneh.

Lalu pertanyaannya, berapa lama Jabir Al Ju’fi menimba ilmu dari Abu Ja’far? Kita simak jawabannya dalam Rijalul Kisyi hal 191, Ja’far As Shadiq mengatakan aku hanya melihat dia menemui ayahku sekali saja, dia belum pernah masuk menemuiku sama sekali.

Cih lagi-lagi hakekat.com berbicara seenaknya, apakah dia mengutip sendiri hadis tersebut? Kemudian apa kata ulama syiah tentang riwayat tersebut. Satria merujuk pada Rijal Kisyi pada halaman yang disebutkan hakekat.com tetapi satria tidak menemukan riwayat yang dimaksud. Tetapi satria menemukan berbagai riwayat yang menentang riwayat yang dikemukakan oleh hakekat.com
Dalam Raudah Al Kafi bagian keenam hadis no 149, satria menemukan hadis berikut;

Jabir bin Yazid berkata Muhammad bin Ali a.s telah memberitahuku 70 hadis yang mana aku tidak pernah memberitahu seorangpun mengenainya. Ketika Muhammad bin Ali a.s wafat, maka tengkukku menjadi berat dan dadaku menjadi cemas, lalu aku mendatangi Abu Abdullah a.s, maka aku berkata kepadanya Aku jadikan diriku tebusan anda, sesungguhnya Ayah anda telah memberitahuku 70 hadis. Tiada hadis yang terkeluar daripadaku dan tiada satupun daripadanya terkeluar kepada seorangpun.
Lalu beliau a.s memerintahku supaya merahasiakannya. Lantaran itu, tengkukku menjadi berat dan dadaku menjadi cemas, kenapa anda tidak memerintahkan aku, maka beliau a.s berkata “Wahai Jabir, apabila ada sesuatu yang menyusahkan anda, maka keluarlah anda ke al Jabanah dan galilah lubang. Kemudian masukkan kepala anda di dalamnya dan katakanlah Muhammad bin Ali telah memberitahuku mengenai hadis tertentu, kemudian timbunlah kembali, kerana bumi akan merahasiakannya”.Jabir berkata: Akupun melakukannya, maka aku terasa ringan pada diriku.

Riwayat di atas menunjukkan kalau Jabir memang pernah menemui Imam Ja’far alaihissalam bahkan ia mengatakan mengenai hadisnya dari Imam Baqir alaihissalam dan Imam Ja’far sedikitpun tidak meragukannya. Bahkan diriwayatkan pula bahwa Imam Ja’far alaihisalam telah memuji Jabir bin Yazid sebagaimana yang disebutkan dalam Al Ikhtisas Syaikh Mufid hal 227;

Ja‘far bin al-Husain telah memberitahu kami daripada Muhammad bin al-Hasan daripada Muhammad bin al-Hasan al-Saffar daripada Muhammad bin Ismail daripada Ali bin al- Hakam daripada Ziad bin Abu al-Halal berkata: Para sahabat kami telah berselisih faham tentang hadis-hadis Jabir al-Ju‘fi, maka aku berkata”Aku akan bertanya kepada Abu Abdullah a.s”. Manakala aku memasuki rumahnya[Abu Abdullah a.s], beliau telah mula berkata kepadaku “`Semoga Allah merahmati Jabir al-Ju‘fi, kerana ia telah membenarkan kami. Allah melaknati al-Mughirah bin Sa‘id, kerana ia telah membohongi kami`”

Berapa lama Jabir menimba ilmu dari Abu Ja’far?

Jabir telah menimba ilmu dari Imam Baqir dan Imam Ja’far selama puluhan tahun. Imam Baqir menjadi imam selama 19 tahun. Jabir meninggal pada tahun 128 H sedangkan Imam Ja’far menjadi Imam dimulai ketika wafatnya Imam Baqir tahun 114 H, itu artinya Jabir menimba ilmu dari Imam Ja’far selama 14 tahun. Semua ini membuktikan kalau Jabir memiliki waktu banyak untuk menimba ilmu dari Imam Baqir dan Imam Ja’far sehingga hadis-hadisnya dijadikan hujjah di sisi syiah.

Sebelum mengakhiri tulisan ini mari para pembaca melihat salah satu hadis Abu hurairah dalam Mustadrak Al Hakim jilid 4 hal 38,berikut yang menentukan kualitas kepribadiannya

Abu hurairah menceritakan “saya menemui Ruqayyah putri Nabi saw istri utsman ketika dia sedang memegang sisir di tangannya. Dia berkata “Nabi saw baru saja pergi setelah saya menyisir rambutnya, ia berkata kepadaku “bagaimana kamu mendapati Abu abdillah (utsman)?”. Aku berkata “baik”. Dia pun melanjutkan “muliakanlah ia, karena ia adalah sahabat yang akhlaknya paling mirip denganku”.

Al Hakim mengatakan kalau hadis ini sanadnya shahih tetapi matannya diragukan karena Ruqayyah meninggal pada tahun ke-3 H saat perang Badar sedangkan Abu hurairah memeluk islam setelah kemenangan Khaibar pada tahun ke-7 H. Hadis di atas mengatakan kalau Abu hurairah mengaku bertemu dan berbicara dengan Ruqayyah padahal jauh sebelum dia datang kepada Nabi, Ruqayyah telah meninggal dunia. Cih bagaimana bisa Abu hurairah mengatakan hal yang dusta seperti ini. Inilah kualitas kepribadian Abu hurairah, masihkah perlu bertanya, mengapa Abu hurairah digugat?.

Comments
2 Responses to “Abu Hurairah VS Jabir Al Ju’fi”
  1. Ahmad says:

    Asww, cukup menarik membaca artikel diatas, yang secara umum mencerminkan pandangan Syi’ah terhadap Abu Hurairah ra, namun tentunya Ulama Ahlu Sunnah juga mempunyai pandangan sendiri yang menyeluruh tetntang masalah ini. Akan tetapi yang menggelitik bagi saya adalah ketika Anda membawakan hadist riwayat Imam Al Hakim di bawah dengan serta merta langsung Anda tuduh beliau ra sebagai pendusta, wa naudzubiLlah….sedangkan Anda tidak menyaksikan langsung kejadiannya, karena bisa saja sanadnya yang tidak shahih ( walaupun dishahihkan oleh Imam Hakim ). Hanya dari satu riwayat saja, yang bisa benar bisa salah, apalgi kejadiannya sudah lewat beratus tahun yang lalu, langsung mencap salah seorang sahabat rasuluLlah sebagai pendusta??? Inilah kualitas kepribadian Anda, masihkah perlu bertanya, mengapa Anda digugat???

  2. khompeni says:

    cah cih cah cih.. dassar syiah otak udang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: