Muslim Sunni Di Iran TIDAK Ditindas

Di iran kaum Muslim Sunni mendapatkan tempat tersendiri dan tidak dianggap sesat. Bahkan, kaum Sunni tinggal nyaman di Provinsi Shiraz dan Sanandaj, Iran. Pada dua provinsi itu, kaum Sunni menjadi mazhab mayoritas dan memiliki masjid-masjid yang besar serta sering terjadi Muslim Sunni melakukan pernikahan dengan Muslim Syiah. Jadi, tidak ada konflik mazhab di Iran

syiahali | Maret 22, 2011 pada 7:00 am | Categories: Uncategorized | URL: http://wp.me/pVd8S-2WH

Dalam sebuah milis salah satu ormas besar Indonesia, seorang Bapak menulis: “…Sunni di Iran adalah aliran sesat, Syi’ah di Arab Saudi adalah aliran sesat. Dan Syi’ah di Indonesia bagaimana? Padahal populasinya lebih besar dari Ahmadiyah.”

Saya kaget membacanya karena tidak sesuai dengan apa yang saya baca. Kemudian saya memposting sebagai informasi tambahan. Namun, postingan saya ditahan alias tidak di-approve.

Dalam postingan itu, saya mengemukakan bahwa dalam buku “Pelangi di Persia: Menyusuri Eksotisme Iran” disebutkan bahwa Muslim Sunni mendapatkan tempat tersendiri dan tidak dianggap sesat. Bahkan, kaum Sunni tinggal nyaman di Provinsi Shiraz dan Sanandaj, Iran.

Pada dua provinsi itu, kaum Sunni menjadi mazhab mayoritas dan memiliki masjid-masjid yang besar serta sering terjadi Muslim Sunni melakukan pernikahan dengan Muslim Syiah. Jadi, tidak ada konflik mazhab di Iran. Kalau diskusi pemikiran kritis dan rasional banyak berlangsung di pusat-pusat keilmuan seperti universitas maupun hauzah.

Kalau tidak percaya, silakan buka buku “Pelangi di Persia: Menyusuri Eksotisme Iran” karya Dina Y. Sulaeman. Dina adalah warga Indonesia yang menjadi wartawan dan pernah tinggal cukup lama di Iran, diterbitkan PT.IIMaN, 2007, halaman 137-154 dan 226.

Dalam berita yang disiarkan IRIB bahwa persatuan Sunnah Syiah dilakukan di Iran. Almarhum Imam Khomeini, selaku pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, pada masa hidupnya Imam Khomeini membuat hari libur pada hari kelahiran Nabi Muhammad saw dari tanggal 12-17 Rabiul Awwal. Penanggalan libur Iran ini menggabungkan pendapat Ahlu Sunnah yang meyakini 12 dan Syiah yang meyakini 17 Rabiul Awwal.

Di Iran pula banyak beredar buku-buku karya ulama Ahlu Sunnah yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Persia. Para ulama Syiah banyak yang mengambil rujukan dari Abu Hamid Al-Ghazali, Ibnu Arabi, dan ulama Sunni lainnya dalam menulis buku-bukunya. Kemudian pemerintah Iran sendiri mendirikan lembaga untuk mendekatkan Sunnah dan Syiah dalam bentuk dialog dan kegiatan keagamaan serta membantu menyelesaikan konflik di negeri-negeri Islam.

Di Mekkah (Arab Saudi) dan Bogor (Indonesia) pernah digelar kegiatan dialog Sunnah Syiah dan upaya penyelesaian kasus serangan Israel kepada Palestina dan Lebanon.

Saya menduga konflik atau perseteruan mazhab muncul karena ada embusan dari mereka yng tidak mau terwujudnya persatuan dan kesatuan di antara sesama umat Islam.

Adapun soal Syiah di Indonesia, sudah mendapat legalitas dalam bentuk pendirian yayasan-yayasan dan telah berdiri ormas Ikatan Pecinta Ahlu Bait (IPABI) di Bogor serta Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) yang dideklarasikan oleh almarhum Gusdur (Presiden Republik Indonesia KH.Abdurrahman Wahid) pada 1 Juli 2000 di Gedung Merdeka Bandung. Yang kini posisi Ketua Dewan Syuro IJABI ditempati oleh Prof.Dr.KH.Jalaluddin Rakhmat, M.Sc. Ormas IJABI ini terdaftar secara resmi di Departemen Dalam Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat nomor: 127 Tahun 2000/D.I tanggal 11 Agustus 2000.

Menurut Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) bahwa IJABI merupakan ormas yang menghimpun para pencinta Ahlul Bait Nabi Muhammad saw dari kalangan mana pun untuk melakukan kerja-kerja pemberdayaan mustadh’afin dan pencerahan pemikiran umat.

Soal Ahmadiyah, saya kira masalah lain yang perlu dikaji bersama. Kalau memang Ahmadiyah itu berbeda dengan agama Islam, sebaiknya disarankan untuk mengaku agama tersendiri: Ahmadiyah. Kalau masih mengaku Islam, doktrin kenabian terakhir yang jatuh pada Mirza Ghulam Ahmad harus disingkirkan kemudian meyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul terakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: