Imam Ali Bertaklid Buta Pada Umar bin Khattab Adalah Dusta

Imam Ali Bertaklid Buta Pada Umar bin Khattab Adalah Dusta

Posted on Februari 15, 2009 by satriasyiah

Kali ini saya akan membersihkan tuduhan-tuduhan hakekat.com kepada Imam Ali dalam tulisannya Imam Ali bertaklid buta pada Umar bin khattab.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh mulia, dimana Rasulullah SAW menganjurkan umat islam untuk memperbanyak ibadah di antaranya memperbanyak melakukan shalat malam di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW telah memeberikan tuntunan yang jelas bagaimana ibadah yang sebaiknya dilakukan. Dalam bulan Ramadhan Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak shalat malam, Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan atau memerintahkan umatnya untuk shalat tarawih berjamaah. Jika kita melihat riwayat-riwayat shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan maka kita akan mendapatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengajak orang-orang untuk shalat berjamaah. Hanya orang-orang saja yang berduyun-duyun ikut shalat di belakang Rasulullah. Melihat perilaku para sahabat yang ikut shalat di belakang beliau, Rasulullah SAW menghindar dan kembali masuk kerumahnya. Bukankah hal ini menyiratkan kalau Rasulullah tidak suka dengan perilaku para sahabat itu. Kalau memang dianjurkan tentu Rasulullah akan memerintahkannya dan tidak perlu menghindar dengan masuk ke dalam rumah.

Mari kita simak beberapa riwayat:

Dari Abul Abbas dan Ubaid bin Zurarah dari Abu Abdillah Alaihissalam mengatakan: Rasulullah SAAW menambah rakaat shalatnya di bulan Ramadhan, setelah shalat atamah (shalat isya’) beliau shalat lagi, orang-orang shalat di belakangnya, lalu beliau masuk ke rumahnya dan membiarkan orang-orang shalat di masjid. Lalu beliau keluar lagi ke masjid dan shalat lagi, orang-orang pun berdatangan dan shalat di belakangnya. Rasulullah SAAW selalu masuk dan meninggalkan mereka. Rasulullah SAAW (atau Imam Al Baqir) mengatakan: jangan shalat setelah isya’ kecuali di bulan Ramadhan.

Tahdzibul Ahkam jilid 3 Bab Keutamaan bulan Ramadhan dan Shalat sunnah lebih dari shalat sunnah yang biasa dikerjakan bulan-bulan lain.

Riwayat ini menunjukkan kalau Rasulullah SAW sebenarnya tidak ingin shalat berjamaah, beliau hanya ingin shalat sendiri di malam bulan Ramadhan oleh karena itu Beliau berkali-kali menghindar masuk ke dalam rumah ketika melihat para sahabat ikut shalat di belakangnya.

Begitu pula Imam Ali tidak pernah memerintahkan untuk shalat sunah berjamaah di bulan Ramadhan bahkan sebaliknya

Juga disebutkan dalam sebuah riwayat dari Imam Ja’far As Shadiq: ketika Amirul Mukminin –Ali- tiba di kota Kufah, beliau memerintahkan Hasan bin Ali untuk mengumumkan: Tidak ada shalat jamaah di masjid pada bulan ramadhan, lalu Hasan pun mengumumkan di tengah masyarakat, mendengar pengumuman itu masyarakat berteriak: Duhai ajaran Umar, duhai Ajaran Umar, Hasan pun kembali menghadap Ali, Ali bertanya: Suara apa itu? Hasan menjawab: Wahai Amirul Mukminin, orang-orang berteriak: Duhai ajaran Umar, duhai ajaran Umar, lalu Amirul Mukminin mengatakan: Shalatlah.

Lihat Tahdzibul Ahkam, jilid 3, juga wasa’ilus Syi’ah jilid 8 hal 17-48 Bab Keutamaan bulan Ramadhan dan Shalat sunnah lebih dari shalat sunnah yang biasa dikerjakan bulan2 lain. Begitu juga hadits ini dikuatkan dalam kitab Hada’iq Nazhirah fi Ahkam Al Itrah At Thahirah, karya Yusuf Al Bahrani jilid 10 hal 520-522.

Lihat baik-baik, Imam Ali memerintahkan Hasan bin Ali untuk mengumumkan tidak ada shalat berjamaah di masjid pada bulan Ramadhan. Orang-orang yang mendengar itu menjadi tidak suka, mereka tidak ingin kalau ajaran Umar -yaitu shalat tarawih berjamaah- dihapuskan sehingga mereka berteriak “duhai ajaran Umar, duhai ajaran umar”. Walaupun orang-orang itu berteriak , Imam Ali tidak menghiraukan teriakan orang-orang. Beliau tetap berpegang teguh pada sunnah Rasul sehingga ia berkata “shalatlah” yaitu shalat seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dan kita lihat Rasulullah SAW tidak memerintahkan untuk shalat berjamaah di masjid, Beliau justru ingin shalat sendiri di masjid. Inilah yang dimaksud Imam Ali agar orang-orang shalat tanpa dengan aturan harus berjamaah -ajaran Umar- karena sebenarnya Rasulullah lebih suka shalat sendiri.

Entah mengapa kebodohan hakekat.com selalu terulang. Setelah membawa riwayat Imam Ali di atas, ia berkata

Kita lihat di Amirul Mukminin memerintahkan untuk shalat sunnah berjamaah setelah isya di bulan Ramadhan. Padahal kita tahu bahwa imam Ali adalah maksum –diyakini oleh ummat syiah terpelihara dari kesalahan- seperti kita bahas pada makalah sebelumnya.

Alangkah bodohnya anak manusia yang tidak bisa mengerti kata-kata Tidak ada shalat jamaah di masjid pada bulan ramadhan. Bukankah kata-kata itu yang merupakan perintah Imam Ali.

Hakekat.com itu malah berkata yang lebih aneh lagi

Jika kita melihat jawaban yang muncul dari umat syiah bahwa shalat tarawih adalah buatan Umar bin Khattab, ternyata riwayat-riwayat di atas sesuai dengan ajaran Umar bin Khattab. Ini bisa berarti dua hal, yang pertama, ajaran Umar bin Khattab sesuai dengan ajaran Nabi dan 12 imam maksum, atau para Imam syiah menggunakan ajaran dari Umar bin Khattab.

Cih betapa dungunya, kedua riwayat di atas tidak ada yang menyatakan kalau mendukung ajaran Umar. Riwayat pertama Rasulullah SAW justru berulang kali menghindari shalat berjamaah dengan para sahabat artinya Rasulullah SAW tidak suka dengan ajaran Umar. Riwayat kedua justru isinya adalah perintah Imam Ali bahwa tidak ada shalat jamaah di masjid pada bulan ramadhan. Bukankah ini berarti Imam Ali melarang ajaran Umar.

Jadi kata-kata hakekat.com berikut adalah dusta

Lagipula jika umat syiah masih menganggap shalat tarawih sebagai bid’ah, mengapa para imam syiah menyetujui bid’ah –bahkan mendukungnya- dan tidak menumpasnya?

Para Imam syiah berulang kali melarang bid’ah ini tetapi memang orang-orang seperti hakekat.com lebih suka ajaran Umar ketimbang ajaran Ahlul Bait Rasul. Padahal Umar sendiri mengakui kalau ajarannya adalah bid’ah. Bukankah Umar lebih mengetahui apa yang ia katakan daripada hakekat.com yang banyak dustanya ini. Jika seorang Umar saja beranggapan shalat tarawih berjamaah adalah bid’ah maka apalagi yang perlu diributkan hakekat.com. Sepertinya kebencian terhadap ajaran Ahlul Bait membuat ia kerasukan sehingga riwayat yang justru menolak ajaran umar ia pahami sebagai riwayat yang mendukung ajaran Umar.

Bagian paling keji dari tulisan hakekat.com yang menunjukkan mental nashibinya adalah kata-katanya di bagian akhir yang sungguh sangat tidak pantas

Imam yang maksum bukannya melarang tersebarnya bid’ah tapi malah menggalakkan dan menyetujui bid’ah, apakah Ali akan dibangkitkan dalam keadaan berbau busuk di hari kiamat? Atau dia akan terkena laknat Allah dan binatang–binatang kecil?

Cih betapa hinanya hakekat.com berani berkata begitu kepada Imam Ali. Inilah hakekat tersembunyi hakekat.com yang merupakan antek nashibi yang ingin memecah belah Umat Islam. Tidak cukup berdusta, hakekat.com memuaskan nafsunya dengan menghina Imam Ahlul Bait. Naudzubillah.

Comments
One Response to “Imam Ali Bertaklid Buta Pada Umar bin Khattab Adalah Dusta”
  1. ryant says:

    Asslmkm.wr.wb.
    Lalu adakah dalil atw contoh dari Rasulullah SAW ats perbuatan yg d lakukan oleh pngikut2 ajaran Ahlul Bait mngenai Hari Asyura atw 10 Muharram..??
    syukrooon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: