Benarkah Abubakar adalah Siddiq ??? Benarkah doktrin Ulama Sunni Zaman Dulu Mutlak Benar ???

Kalau ada yang memberi PREDIKAT Shiddiq pada Abubakar maka orangnya adalah Umar b. Khattab. Karena Abubakar selalu membenarkan kata2 Umar tanpa bantahan dan mengamalkan.

Siddiq-kah seorang yang mempercayai Isra’ Mi’raj Nabi sementara dia LARI DARI PERANG?????

Lalu ketika Nabi.saw memerintahkannya bergabung dengan pasukan Usamah Bin Zaid mengapa pula dia bersama dua temannya menolak keras perintah Nabi.saw sehingga Nabi.saw memarahinya, Nabi.saw bersabda: SEGERA BERANGKATKAN PASUKAN USAMAH, SIAPA YANG ENGGAN BERGABUNG MAKA LAKNAT ALLAH KEATASNYA” (Asy-Syahrastani, Al-Milal wa an-Nihal, Miqaddimah hlm.15)

Kalau dia benar-benar Siddiq mengapa ia LARI dari perang, apakah itu karena dalamnya keimanannya???

Bisa saja ulama terdahulu salah karena kurang lengkap data data, dimana data2 itu justru ada pada ulama2 lain yang dia tidak punya akses ke sana.

Namun, sekarang kita yang hidup di jaman setelah mereka sudah mampu mengakses semua data2 tersebut karena memang kita memiliki datanya.

Contoh: Ayat2 al-Quran yang pada saat turunnya kita kurang memahami maknanya, justru ratusan tahun kemudian dengan bekal peralatan yang lebih canggih kita akan mengetahui hakikat / maksud dari ayat tersebut.

Maka Allah berfirman: SANURIIHIM AYAATINAA FIL AFAAQI WA FII ANFUSIHIM HATTAA YATABAYYANA LAHUM ANNAHUL HAQQ………(Fushilat: 53)

Hadis Dhaif Gelar Ash Shiddiq Turun Dari Langit Bagi Abu Bakar

Terdapat hadis-hadis yang dijadikan hujjah salafy dalam mengutamakan Abu Bakar secara berlebihan. Yaitu hadis yang menyatakan kalau gelar Ash Shiddiq bagi Abu Bakar itu turun dari langit. Setelah kami teliti ternyata hadis tersebut dhaif, cukup aneh juga salafy yang katanya alergi-an dengan hadis dhaif kok mau-maunya berhujjah pakai hadis dhaif. Kami tidak mengingkari gelar Ash Shiddiq bagi Abu Bakar, gelar itu adalah gelar yang masyhur bagi Abu Bakar radiallahu ‘anhu. Yang kami ingkari adalah gaya salafy yang berlebihan bahwa gelar tersebut turun dari langit.


.

Hadis Imam Ali Radiallahu ‘anhu

Tidak jarang untuk menguatkan hujjah mereka, salafy mengambil hadis atau riwayat perkataan Imam Ali, salah satunya mengenai gelar Ash Shiddiq turun dari langit bagi Abu Bakar

حدثنا معاذ بن المثنى ثنا علي بن المديني ثنا إسحاق بن منصور السلولي ثنا محمد بن سليمان العبدي عن هارون بن سعد عن عمران بن ظبيان عن أبي يحيى حكيم بن سعد قال سمعت عليا يحلف : لله أنزل اسم أبي بكر من السماء الصديق

Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Al Mutsanna yang berkata menceritakan kepada kami Ali bin Madini yang berkata menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur Al Saluuliy yang berkata menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Al ‘Abdi dari Haarun bin Sa’d dari ‘Imran bin Zhabyaan dari Abi Yahya Hakiim bin Sa’d yang berkata aku mendengar Ali bersumpah “Allah SWT telah menurunkan dari langit untuk Abu Bakar dengan nama Ash Shiddiq” [Mu’jam Al Kabir 1/55 no 14]

Hadis ini juga diriwayatkan dalam Al Mustadrak Al Hakim no 4405, Al Ahad Wal Matsani Ibnu Abi Ashim 1/70 no 6, Tarikh Dimasyq Ibnu Asakir 30/75 dan Ma’rifat Ash Shahabah Abu Nu’aim no 59 semuanya dengan jalan sanad dari Ishaq bin Manshur dari Muhammad bin Sulaiman Al Abdi dari Harun bin Sa’d dari Imran bin Zhabyan dari Abi Yahya dari Ali.

Hadis ini sanadnya dhaif disebabkan Muhammad bin Sulaiman Al ‘Abdi seorang yang majhul dan ‘Imran bin Zhabyaan seorang yang dhaif.

  • Muhammad bin Sulaiman Al ‘Abdi dinyatakan majhul oleh Abu Hatim [Al Jarh Wat Ta’dil 7/269 no 1473]. Ibnu Hajar menyatakan kalau Muhammad bin Sulaiman Al ‘Abdi dinyatakan majhul oleh Ibnu Abi Hatim, dimasukkan Ibnu Hibban dalam Ats Tsiqat, ia meriwayatkan dari Harun Al A’war dan telah meriwayatkan darinya Ishaq bin Manshur. [Lisan Al Mizan juz 5 no 648]. Al Hakim sendiri menyatakan Muhammad bin Sulaiman ini tidak dikenal walaupun ia menshahihkan hadis tersebut karena memiliki penguat dari riwayat Nazzal bin Saburah dari Ali [Al Mustadrak no 4405]. Kami katakan pernyataan Al Hakim soal shahihnya hadis ini keliru karena hadis penguat yang dimaksud ternyata sanadnya dhaif.
  • ‘Imran bin Zhabyaan adalah perawi yang dhaif. Bukhari berkata “fihi nazhaar”, Yaqub bin Sufyan menyatakan tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat dan memasukkannya ke dalam Adh Dhu’afa seraya berkata bathil berhujjah dengannya. Ibnu Ady dan Al Uqaili memasukkannya dalam Adh Dhu’afa [At Tahdzib juz 8 no 230]. Ibnu Hajar menyatakan ia dhaif [At Taqrib 1/752].

Selain ‘Imran bin Zhabyan, atsar ini juga diriwayatkan oleh Abu Ishaq As Sabi’i dari Ali dengan sanad yang dhaif. Disebutkan dalam Tarikh Ibnu Asakir 30/75 & 76 dan Ma’rifat Ash Shahabah Abu Nu’aim no 58 dengan jalan sanad yang berujung pada Dawud bin Mihran dari Umar bin Yazid dari Abu Ishaq As Sabi’i dari Abi Yahya dari Ali. Sanad ini dhaif karena Umar bin Yazid Al Azdi, ia dinyatakan oleh Ibnu Hajar sebagai “munkar al hadits” [Lisan Al Mizan juz 4 no 968]. Ibnu Ady menyatakan Umar bin Yazid munkar al hadits dan ia meriwayatkan dari Atha’ dan Hasan hadis-hadis yang tidak terjaga [Al Kamil Ibnu Ady 5/29]

Al Hakim dalam Al Mustadrak no 4405 meriwayatkan atsar ini dari Nazzal bin Saburah dari Ali Radiallahu ‘anhu dengan sanad yang dhaif

حدثناه عبد الرحمن بن حمدان الجلاب ثنا هلال بن العلاء الرقي حدثني أبي ثنا إسحاق بن يوسف ثنا أبو سنان عن الضحاك ثنا النزال بن سبرة قال وافقنا عليا رضى الله تعالى عنه طيب النفس وهو يمزح فقلنا حدثنا عن أصحابك قال كل أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم أصحابي فقلنا حدثنا عن أبي بكر فقال ذاك امرء سماه الله صديقا على لسان جبريل ومحمد صلى الله عليهما

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Hamdaan Al Jalaab yang menceritakan kepada kami Hilal bin Al A’la Ar Raqiiy yang menceritakan kepadaku ayahku yang berkata menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf yang menceritakan kepada kami Abu Sinan dari Dhahhak yang berkata menceritakan kepada kami Nazzal bin Sabrah yang berkata kami menemui Ali radiallahu ‘anhu dalam keadaan baik maka kami berkata “ceritakanlah kepada kami tentang sahabatmu. Beliau menjawab “semua sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah sahabatku”. Kami berkata “ceritakanlah kepada kami tentang Abu Bakar”. Beliau menjawab “Ia adalah orang yang Allah SWT nyatakan Ash Shiddiq melalui lisan Jibril dan Muhammad SAW” [Al Mustadrak Ash Shahihain no 4405]

Hadis ini dijadikan oleh Al Hakim sebagai penguat riwayat Abu Yahya Hakim bin Sa’ad dari Ali. Kami katakan Al Hakim keliru hadis ini tidak bisa dijadikan penguat karena hadis ini sanadnya sangat dhaif, di dalamnya terdapat Al A’la bin Hilal Al Bahiliy ayahnya Hilal bin Al A’la Ar Raqiiy seorang yang sangat dhaif.

  • Hilal bin Al A’la Ar Raqiiy seorang perawi yang shaduq. Abu Hatim berkata shaduq. Nasa’i terkadang berkata “shalih” terkadang berkata “tidak ada masalah dan ia meriwayatkan hadis-hadis mungkar dari ayahnya” [At Tahdzib juz 11 no 135]
  • Al A’la bin Hilal bin Umar Al Bahiliy seorang perawi yang dhaif. Abu Hatim menyatakan ia munkar al hadis, hadisnya dhaif dan meriwayatkan hadis maudhu’. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Adh Dhu’afa seraya berkata “tidak boleh berhujjah dengannya” [At Tahdzib juz 8 no 351]. Ibnu Hajar menyatakan “ada kelemahan padanya” [At Taqrib 1/765] dan dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib kalau Al A’la bin Hilal seorang yang “dhaif jiddan” [Tahrir At Taqrib no 5259].

.

.

Hadis Abu Hurairah

Selain dari Imam Ali terdapat hadis dari Abu Hurairah bahwa Jibril mengatakan kepada Rasulullah SAW kalau Abu Bakar akan membenarkan peristiwa isra’ sehingga ia dinamakan Ash Shiddiq.

حدثنا محمد بن أحمد الرقام ثنا إسحاق بن سليمان الفلفلي المصري نا يزيد بن هارون ثنا مسعر عن أبي وهب عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لجبريل ليلة أسري به إن قومي لا يصدقوني فقال له جبريل يصدقك أبو بكر وهو الصديق

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad Ar Raqaam yang berkata menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman Al Fulfuliy Al Mishri yang menceritakan kepada kami Yazid bin Harun yang menceritakan kepada kami Mis’ar dari Abu Wahab dari Abu Hurairah yang berkata Rasulullah SAW berkata kepada Jibril pada malam isra’ “kaumku tidak akan membenarkanku”. Maka Jibril berkata “akan membenarkanmu Abu Bakar, dia shiddiq” [Mu’jam Al Awsath Thabrani 7/166 no 7173]

Hadis di atas sanadnya khata’ atau salah. Yang meriwayatkan dari Abu Wahab adalah Najih Abu Ma’syar bukannya Mis’ar. Kesalahan ini bisa berasal dari Muhammad bin Ahmad Ar Raqaam atau Ishaq bin Sulaiman Al Fulfuly Al Mishri, keduanya tidak dikenal kredibilitasnya. Selain itu Abu Wahab sendiri seorang yang majhul dan ia terkadang menyebutkan hadis ini dari Abu Hurairah dan terkadang tanpa menyebutkan Abu Hurairah.

وحدثني وهب بن بقية الواسطي، ثنا يزيد بن هارون، أنبأ أبو معشر عن أبي وهب عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لجبريل ليلة أسري به إن قومي لا يصدقوني، فقال جبريل: يصدقك أبو بكر وهو الصديق

Telah menceritakan kepada kami Wahab bin Baqiyah Al Wasithiy yang menceritakan kepada kami Yazid bin Harun yang mengabarkan kepada kami Abu Ma’syar dari Abu Wahab dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Jibril pada malam isra’ “kaumku tidak akan membenarkanku”. Maka Jibril berkata “akan membenarkanmu Abu Bakar dan dia shiddiq” [Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 3/307]

Selain Wahb bin Baqiyah, Ibnu Sa’ad dan Muhammad bin Husain bin Ibrahim juga meriwayatkan dari Yazid bin Harun dari Abu Ma’syar dari Abu Wahab.

أخبرنا يزيد بن هارون قال أخبرنا أبو معشر قال أخبرنا أبو وهب مولى أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ليلة أسري به قلت لجبريل إن قومي لا يصدقونني فقال له جبريل يصدقك أبو بكر وهو الصديق

Telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Harun yang berkata telah mengabarkan kepada kami Abu Ma’syar yang berkata telah mengabarkan kepada kami Abu Wahab mawla Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata pada malam isra’ kepada Jibril “kaumku tidak akan membenarkanku”. Jibril berkata “akan membenarkanmu Abu Bakar dan dia shiddiq” [Thabaqat Ibnu Sa’ad 3/90]

حدثنا عبد الله قال حدثني محمد بن الحسين بن إبراهيم بن إشكاب قثنا يزيد بن هارون قثنا أبو معشر قثنا أبو وهب مولى أبي هريرة أن رسول الله قال ليلة أسري به لجبريل عليه السلام إن قومي لا يصدقوني فقال له جبريل بلى يصدقك أبو بكر الصديق

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Husain bin Ibrahim bin Isykaab yang menceritakan kepada kami Yazid bin Harun yang menceritakan kepada kami Abu Ma’syar yang menceritakan kepada kami Abu Wahb mawla Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata di malam isra’ kepada Jibril alaihis salam “kaumku tidak akan membenarkanku” Jibril berkata “akan membenarkanmu Abu Bakar Ash Shiddiq” [Fadhail Ash Shahabah no 116]

حدثنا أبو الوليد خلف بن الوليد قال حدثنا أبو معشرعن أبي وهب  مولى أبي هريرة قال لما رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلة أسري به بلغ ذا طوى قال يا جبريل إن قومي لا يصدقوني قال يصدقك أبو بكر وهو صديق

Telah menceritakan kepada kami Abul Walid Khalaf bin Walid yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar dari Abu Wahb mawla Abu Hurairah yang berkata “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kembali dari Isra’, dan berada di Dzi Thuwa, beliau berkata “Wahai Jibril, kaumku tidak akan membenarkanku”. Jibril berkata “akan membenarkanmu Abu Bakar dan dia shiddiq [Tarikh Ibnu Abi Khaitsamah 1/180 no 429]

سعيد بن منصور ثنا أبو معشر عن أبي وهب مولى أبي هريرة عن أبي هريرة قال لما رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلة أسري به قال يا جبريل إن قومي لا يصدقوني قال يصدقك أبو بكر وهو الصديق

Sa’id bin Manshur telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar dari Abu Wahb mawla Abu Hurairah dari Abu Hurairah yang berkata “ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kembali dari malam isra’ Beliau berkata “wahai Jibril kaumku tidak akan membenarkanku”. Jibril berkata “akan membenarkanmu Abu Bakar, dan dia shiddiq” [Tarikh Al Islam Adz Dzahabi 1/251]

Secara keseluruhan hadis ini dhaif semuanya berujung pada Abu Ma’syar dari Abu Wahb mawla Abu Hurairah. Abu Ma’syar adalah Najih bin Abdurrahman Al Madani seorang yang dhaif dan Abu Wahb tidak dikenal

  • Najih bin Abdurrahman Abu Ma’syar perawi Ashabus Sunan yang dhaif. Bukhari berkata “munkar al hadits”. Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Ma’in menyatakan dhaif. Ali bin Madini berkata “dhaif dhaif”. Ibnu Sa’ad dan Daruquthni menyatakan dhaif. Abu Nu’aim berkata “ ia meriwayatkan dari Nafi, Ibnu Munkadir, Hisyam bin Urwah, Muhammad bin Amru hadis-hadis palsu yang tidak bernilai apa-apa” [At Tahdzib juz 10 no 759]. Ibnu Hajar menyatakan ia dhaif [At Taqrib 2/241].
  • Abu Wahb mawla Abu Hurairah adalah perawi yang tidak dikenal. Yang meriwayatkan darinya adalah Abu Ma’syar Najih bin Abdurrahman seorang yang dhaif. Ibnu Hajar telah menyatakan Abu Wahb sebagai orang yang tidak dikenal [Ta’jil Al Manfa’ah 2/545]

Selain Abu Wahb, hadis ini juga diriwayatkan oleh Hatim bin Huraits Ath Tha’iy dengan sanad yang dhaif. Riwayat Hatim ini disebutkan oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Awsath 7/157 no 7148 dan Musnad Asy Syamiiyyin 1/145 no 232.

حدثنا محمد بن عبد الرحيم الديباجي ثنا أحمد بن عبد الرحمن بن المفضل الحراني نا المغيرة بن سقلاب الحراني ثنا عبد الرحمن بن ثابت بن ثوبان عن حاتم عن أبي هريرة قال لما أسري بالنبي صلى الله عليه و سلم قال يا جبريل إن قومي يتهموني ولا يصدقوني قال إن اتهمك قومك فإن أبا بكر يصدقك

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahiim Ad Diibaajiy  yang berkata menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdurrahman bin Mufadhdhal Al Harraaniiy yang menceritakan kepada kami Mughirah bin Saqlaab Al Harraaniy yang menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban dari Hatim dari Abu Hurairah yang berkata “ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam kembali dari isra’, beliau berkata “wahai Jibril kaumku akan menuduhku dan tidak akan membenarkanku”, Jibril berkata “kaummu akan menuduhmu tetapi Abu Bakar akan membenarkanmu” [Mu’jam Al Awsath Ath Thabrani no 7148]

Hadis ini dhaif karena Muhammad bin Abdurrahiim Syaikh Thabrani seorang yang majhul hal, Mughirah bin Saqlaab seorang yang dhaif, dan Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban mengalami ikhtilath.

  • Muhammad bin Abdurrahiim Ad Diibaajiy adalah Syaikh Thabrani yang tidak dikenal kredibilitasnya. Tidak ada ulama mutaqaddimin yang menta’dilkannya dan yang meriwayatkan darinya hanya Ath Thabrani.
  • Mughirah bin Saqlaab seorang yang dhaif. Abu Ja’far An Nafiiliy berkata “tidak dipercaya”. Ibnu Ady berkata “munkar al hadits”. Abu Hatim berkata “shalih al hadits”. Abu Zur’ah berkata “tidak ada masalah”. Daruquthni mendhaifkannya [Lisan Al Mizan juz 6 no 282]. Al Uqaili memasukkannya ke dalam Adh Dhu’afa [Ad Dhu’afa Al Uqaili 4/182 no 1757]. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Adh Dhu’afa seraya mengatakan kalau Mughirah tergolong orang yang sering salah, meriwayatkan dari perawi dhaif dan majhul , meriwayatkan hadis-hadis yang mungkar dan waham serta harus ditinggalkan. [Al Majruhin no 1033].
  • Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban seorang yang diperbincangkan. Ahmad berkata “tidak kuat” dan terkadang berkata “meriwayatkan hadis-hadis mungkar”. Ibnu Ma’in terkadang berkata shalih terkadang berkata “dhaif”. Abu Zur’ah, dan Al Ijli berkata “layyin”. Duhaim berkata “tsiqat”. Abu Hatim mengatakan tsiqat tetapi mengalami perubahan hafalan di akhir hidupnya. Nasa’i terkadnag berkata “dhaif” terkadang berkata “tidak kuat” dan terkadang berkata “tidak tsiqat”. Ibnu Khirasy berkata “layyin”. Ibnu Ady berkata “ ia memiliki hadis-hadis shalih, seorang yang shalih ditulis hadisnya dan ia dinyatakan dhaif” [At Tahdzib juz 6 no 306]. Ibnu Hajar berkata “ia seorang yang jujur, sering salah dan mengalami perubahan hafalan di akhir hidupnya” [At Taqrib 6/306].

Dengan mengumpulkan jalan-jalannya maka hadis Abu Hurairah di atas kedudukannya dhaif dan tidak dapat dijadikan hujjah. Terdapat hadis lain riwayat Ummu Hani’ bahwa Rasulullah SAW mengatakan Allah SWT menamakan Abu Bakar dengan Ash Shiddiq. Hadis ini diriwayatkan dalam Ma’rifat Ash Shahabah Abu Nu’aim no 60 dan kedudukannya adalah maudhu’ karena di dalamnya terdapat Muhammad bin Ismail Al Wasawisi seorang yang dhaif pemalsu hadis. Ahmad bin Amru Al Bazzar Al Hafizh berkata “ia pemalsu hadis”. Daruquthni dan yang lainnya berkata “dhaif”. Al Uqaili memasukkannya dalam Adh Dhu’afa [Lisan Al Mizan juz 5 no 252]

.

.

Catatan Untuk Haulasyiah

Salafy yang kami maksud berlebihan dalam berhujjah adalah haulasyiah. Dalam salah satu tulisannya yang menanggapi Ibnujakfari dengan judul “Hadits : Abu Bakar Bergelar Shiddiq Palsu?”, ia menunjukkan berbagai riwayat yang menurutnya shahih kalau gelar Ash Shiddiq bagi Abu Bakar itu turun dari langit dan diucapkan melalui Jibril Alaihis Salam. Setelah kami teliti hadis-hadis yang dijadikan haulasyiah sebagai hujjah adalah hadis yang dhaif kecuali satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Tirmidzi, Ahmad dan yang lainnya

حدثنا محمد بن بشار حدثنا يحيى بن سعيد عن سعيد بن أبي عروبة عن قتادة عن أنس حدثهم أن رسول الله صلى الله عليه و سلم صعد أحدا و أبو بكر و عمر و عثمان فرجف بهم فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم اثبت أحد فإنما عليك نبي وصديق وشهيدان

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar yang menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Sa’id bin Abi Arubah dari Qatadah dari Anas yang menceritakan kepada mereka bahwa Rasulullah SAW mendaki gunung uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman kemudian gunung Uhud mengguncangkan mereka. Rasulullah SAW bersabda “diamlah wahai Uhud sesungguhnya diatasmu terdapat Nabi, shiddiq dan dua orang syahid” [Sunan Tirmidzi 5/624 no 3697]

Hadis ini dijadikan hujjah bahwa Abu Bakar dinyatakan Nabi SAW sebagai Ash Shiddiq. Walaupun begitu tidak ada dalam hadis tersebut kabar bahwa gelar tersebut turun dari langit seperti yang disebutkan secara jelas oleh hadis-hadis lain. Kemudian silakan perhatikan hadis berikut.

حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا عبد العزيز بن محمد عن سهيل بن أبي صالح عن ابيه عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان على حراء هو و أبو بكر و عمر و علي و عثمان و طلحة و الزبير رضي الله عنهم فتحركت الصخرة فقال النبي صلى الله عليه و سلم اهدأ إنما عليك نبي أو صديق أوشهيد

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id yang menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Suhail bin Abi Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah berada di atas Hira’ bersama Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, Thalhah dan Zubair. Kemudian tanahnya bergerak-gerak, maka Nabi SAW bersabda “diamlah, sesuangguhnya diatasmu terdapat Nabi atau shiddiq atau syahid” [Sunan Tirmidzi 5/624 no 3696 dengan sanad shahih]

ثنا محمد بن جعفر ثنا شعبة عن حصين عن هلال بن يساف عن عبد الله بن ظالم قال خطب المغيرة بن شعبة فنال من علي فخرج سعيد بن زيد فقال ألا تعجب من هذا يسب عليا رضي الله عنه أشهد على رسول الله صلى الله عليه و سلم انا كنا على حراء أو أحد فقال النبي صلى الله عليه و سلم أثبت حراء أو أحد فإنما عليك صديق أو شهيد فسمى النبي صلى الله عليه و سلم العشرة فسمى أبا بكر وعمر وعثمان وعليا وطلحة والزبير وسعدا وعبد الرحمن بن عوف وسمى نفسه سعيدا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far yang menceritakan kepada kami Syu’bah dari Hushain dari Hilal bin Yisaaf dari Abdullah bin Zhaalim yang berkata “Mughirah bin Syu’bah berkhutbah lalu ia mencela Ali. Maka Sa’id bin Zaid keluar dan berkata “tidakkah kamu heran dengan orang ini yang telah mencaci Ali, Aku bersaksi bahwa kami pernah berada di atas gunung Hira atau Uhud lalu Beliau bersabda “diamlah hai Hira atau Uhud, karena di atasmu terdapat Nabi atau shiddiq atau syahid. Kemudian Nabi SAW menyebutkan sepuluh orang. Maka [Sa’id] menyebutkan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair , Sa’ad, Abdurrahman bin ‘Auf dan dirinya sendiri Sa’id” [Musnad Ahmad no 1638 dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir]

Jika kita memperhatikan hadis-hadis di atas maka diketahui bahwa tidak ada penjelasan secara sharih atau terang bahwa Shiddiq yang dimaksud adalah Abu Bakar. Bahkan dapat pula diartikan kalau Shiddiq itu merujuk juga pada Imam Ali Alaihis Salam mengingat Imam Ali berada di sana dan Sa’id bin Zaid ketika mendengar Mughirah mencaci Ali, ia menunjukkan keutamaan Imam Ali dengan menyebutkan hadis ini.

Gelar Ash Shiddiq bagi Abu Bakar memang merupakan gelar yang mayshur, ada yang mengatakan kalau gelar tersebut diberikan karena Abu Bakar RA membenarkan Nabi SAW bahkan dalam peristiwa isra’ mi’raj. Jika memang demikian maka Imam Ali lebih pantas untuk dikatakan Ash Shiddiq mengingat beliau adalah orang pertama yang membenarkan Kenabian Rasulullah SAW, membenarkan risalah Beliau SAW dan membenarkan apa saja yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Pendapat yang kami pilih adalah sebutan Ash Shiddiq memang gelar Abu Bakar tetapi sebutan tersebut tidak menunjukkan keutamaan Beliau di atas Imam Ali dan Imam Ali adalah orang yang lebih pantas untuk dikatakan sebagai Ash Shiddiq

Comments
One Response to “Benarkah Abubakar adalah Siddiq ??? Benarkah doktrin Ulama Sunni Zaman Dulu Mutlak Benar ???”
  1. Kahfi sm says:

    terima kasih ini dalil yang ana cari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: