Tokoh-tokoh Ulama Ahlusunnah Yang Meyakini Terjadinya Tahrîf (1)

Tidak sedikti ulama Ahlusunnah yang meyakini dan meneaskan keyakinannya bahwa Al Qur’an yan sekaraang beredar ini telah mengalami tahrîf, baik dengan gugur dan hilangnya banyak ayat Al Qur’an dalam rangkaian sebuah surah atau beberapa kalimat dari sebuah ayat.

Mungkin hingga sementara ini, akidah seperti itu drai para pembesar ulama Ahlusunnah sengaja dirahasikan demi alasan-alasan tertentu, yang tentunya para ulama dan paara kyia lebih mnengerti mengapa data-data seperti itu dirahasikan.

Namun kini, dengan terpaksa saya membongkarnya, agar para pemerhati dan pengkaji dapat menelitinya lebih lanjut.

Di antara para tokoh ulama Ahlusunnah itu adalah:

v     Imam Malik

  • Surah Bara’ah Banyak Yang Hilang Ayatnya!

Imam Malik meyakini bahwa telah banyak ayat Al Qur’an yang hilang. Dalam beberapa riwayat ulama Ahlusunnah, dikatakan bahwa sahabat Hudzaifah ibn al Yamân menyalahkan penamaan surah Barâ’ah dengan nama surah al Taubah, sebab pada kenyataannya surah itu mengandung siksa dan membongkar kedok kaum munafikin… kesalahan penamaan itu dikarenakan manusia hanya membaca seperempatnya saja, sementara tiga perempatnya telah musnah. Andai mereka membacanya dengan lengkap pastilah tidak akan menamakannya dengan nama surah at Taubah!

Sebenarnya ayat-ayat surah tersebut yang duturunkan Jibril kepada Muhammad jauh lebih banyak dari yang sekarang ini. Ibnu Abi Syaibah, ath Thabarâni, Abu Syeikh, al Hakim dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dengan sanad bersambung kepada sahabat Hudzaifah, ia berkata, “Yang kalian namakan surah at Taubah itu sebenarnya adalah surah adzab/siksa. Demi Allah surah itu tidak menyisakan seorangpun melainkan ia sebut (keburukannya), dan kalian sekarang tidak membacanya kecuali hanya seperempatnya saja.” [1]

Al Hakim dalam kesempatan lain meriwayatkan dari Hudzaifah, “Yang kalian baca itu hanya seperempatnya saja, dan dia itu surah adzab.”[2]

Dalam kesempatan lain, Al Haitsami juga meriwayatkan dari Hudzaifah, “Kalian menamianya surah at Taubah, itu sebanarnya adalah surah adzab. Dan kalian hanya membaca seperempat dari yang dahulu kami baca.”[3]

  • Imam Malik Membongkar Rahasia Hilangnya Basmalah Itu!

Imam Malik –salah seorang ulama besar Ahlusunnah, pendiri mazhab Malikiyah- meyakini bahwa beran-benar telah terjadi kekurangan pada surah Bara’ah… telah gugur banyak bagian darinya entah kemana dan entah siapa yang bertanggung jawab atas kemusnahan itu! Pasalnya, ketika bagian awalnya gugur/hilang maka gugurlah pula-lah basmalah-nya.

Demikian dilaporkan para ulama dan pakar ahli Al Qur’an seperti Burhanuddin az Zarkasyi dalam al Burhân-nya dan Jalaluddin as Suyuthi dalam al Itqân-nya.

Imam Malik berkata tentang sebab gugurnya basmalah pada pembukaan surah Barâ’ah, “Sesungguhnya ketika bagian awalnya gugur/hilang maka gugur pulalah basmalahnya. Dan telah tetap bahwa ia sebenarnya menandingi surah al Baqarah (dalam panjangnya)[4]

Selain Imam Malik, Ibnu ‘Ajlân juga meyakininya demikian.

Dan seperti kita ketahui bersama bahwa ayat-ayat surah Barâ’ah sekarang hanya berjumlah129 ayat sementara ayat-ayat surah al Baqarah berjumlah 286, jadi yang hilang sekitar 157 ayat.

Dari dokumen-dokumen yang diriwayatkan ulama Islam dapat diketahui bahwa telah terjadi berubahan dalam Al Qur’an dalam bentuk pengurangan banyak bagian Al Qur’an dimana sekarang tidak lagi dapat dibaca umat Islam, sebab ia telah musnah ditelan masa.

(Bersambung)


[1] Baca ad Durr al Mantsûr, 3/208, Mustadrak; al Hakim,3/208 dan ia komentari, “Ini adalah hadis shahih sanadnya, akan tetapi Buhari&Muslim tidak meriwayatkannya.”, Mushannaf; Ibnu Abi Syaibah,10/509 hadis no.10143, Majma’ az Zawâid,7/28 dan ia komentari, “Hadis ini diriwayatkan ath Thabarâni dalam al Awsath dan rijâl (perawi)nya tsiqât/jujur terpercaya..”

[2] Mustadrak; al Hakim,2/330, dan ia komentari, “Ini adalah hadis shahih sanadnya, akan tetapi Buhari&Muslim tidak meriwayatkannya.”,

[3] Majma’ az Zawâid,7/28 dan ia komentari, “Hadis ini diriwayatkan ath Thabarâni dalam al Awsath dan rijâl (perawi)nya tsiqât/jujur terpercaya.”.

[4] Al Itqân,1/86, baca juga al Burân,1/263.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: