Ternyata Mencaci Maki Sahabat Nabi -Menurut Sunni- Tidak Apa-apa Hukumnya! (Bagian 2)

Adalah hal mengherankan lagi mengerikan bagi kemurnian agama Islam yang kita yakini kesuciannya apabila para penjahat perang, kaum bengis haus darah, kaum fasik, tiran, pembantai jiwa-jiwa mukminah tak berdosa dan kaum munafik dibanggakan sebagai pembawa ajaran suci tersebut!

Adalah sangat berbahaya dan sekaligus membuka lebar-lebar pintu keraguan atas kemurnian ajaran agama Islam kita, jika orang-orang jahat dan musuh-musuh Islam dan kaum Shalihin dijadikan andalan dalam mentransfer ajaran agama! Maka tidak mengherankan jika kaum berakal akan meragukan kemurnian ajaran agama tersebut!! Sebab pembawanya adalah kaum durnaja dan durhaka!

Banyak contoh kasus yang membuktikan kenyataan pahit dalam dunia penyebaran ajaran agama Islam versi Sunni! Beberapa darinya telah Anda simak bersama dalam edisi sebelumnya, kini kami akan tambahkan beberapa contoh lain…

Para Tokoh Hadis Ahlusunnah Mentsiqahkan  Algojo Penguasa Tiran

Tidak ada yang meragukan bahwa Hajjâj ibn Yusuf dalah aparat bejat, durjana dan durhaka kepada Allah dan rasul-Nya… sejarah telah mencatat sekelumit dari kejahatannya, walaupun yang sekelumit itu sudah sangat mengerikan… ribuan jiwa mukminah tak berdosa ia bantai dengan darah dingin…. Masjid yang tadinya sebagai tempat ibadah ia rubah menjadi tempat penyembelihan kaum Mukminin Muslimin… Hajjâj tidak sendirian dalam melakukan kajahatan kemanusian mengerikan itu (yang tidak kalah mengerikannya dari pembantaian atas kaum Muslim Bosnia oleh kaum Nasharani Serbia dan apa yang terjadi di Poso dan Ambon beberapa waktu silam, bahkan apa yang dilakukan Hajjâj jauh lebih mengerikan).

Ia dibantu oleh para algojo haus darah dan tak berpri-kemanusiaan… namun anehnya, tidak sedikit ulama Ahlusunah yang membela Hajjaj dan memujinya sebagai yang banyak berjasa terhadap Islam… sebagai mana Ahli Hadis Sunni berebut hak paten dalam memuji dan menyanjung para algojo Hajjâj yang tiran dan fasik itu…

Di antaranya adalah:

  • Isma’il ibn Awsath al Bajali – Amir Wilayah Kufah- (w.117 H)

Ia adalah pembantu setia Hajjâj dalam menjalankan agenda kebengisan dan pembantaian terhadap kaum Muslimin, tidak terkecuali para ulama yang tidak loyal kepada kekuasaan tiran rezim bani Umayyah terkutuk. Dialah yang mengajukan Sa’id ibn Jubair –seorang ulama generasi tabi’in yang karismatik dan teguh pendiriannya-. Ismail telah dipuji dan disanjung oleh banyak ulama Ahli hadis Sunni. Ia telah ditsiqahkan oleh Ibnu Ma’in. Ibnu Hibbân menggolongkannya sebagai perawi jujur terpercaya. (Baca kitab Mîzân al I’tidâl,1/1037 dan Lisân al Mîzân1/395)

Mereka Memuji Pemaki Imam Ali as.

Di antara ketidak konsistenan sikap ulama Hadis Ahlusunnah adalah mereka sering kali memuji dan membanggakan keimanan, keshalihan serta keteguhan beragama mereka yang terang-terangan mencaci maki dan melaknati Imam Ali as. sebelumnya telah kami sebutkan beberapa contoh dalam kasus ini. Kini kami tambahkan lagi untuk melengkapi

  • Asad ibn Wadâ’ah Adalah Seorang Abid yang Jujur Padahal Ia Selalu Mencaci maki Imam Ali

Kali ini contoh kasus itu adalah sikap terpesona dan bangga serta kagum yang ditampakkan ulama Ahli Hadis Sunni atas seorang Nâshibi (pembenci dan musuh Ali dan Ahlulbait Nabi saw.) dan lidah busuknya selalu berkecomat-kecamit mencaci maki Imam Ali as. – semoga Allah memanggang lidahnya dengan api neraka bersama para tuan dan pujaannya; Mu’awityah dan gembong kaum munafik lainnya-.

Kendati demikian An Nasa’i –seorang Ahli hadis senior Sunni- mentsiqahkannya. (Baca kitab Mîzân al I’tidâl,1/07 dan Lisân al Mîzân1/385).

  • Khalid al Qasri –seorang Amir rezim tiran bani Umayyyah-

Contoh lain yang tidak kalah memalukannya adalah pujian Ibnu Hibbân atas Khalid. Ia berkata:

ثقة.

“Ia tsiqah.”

Padahal semua telah mengetahui kejahatan dan kekejaman serta kefasikannya. Ia seorang pembenci Imam Ali as.; nâshibi yang sangat keji, seorang amir yang kejam. Ibunya seorang Kristen dan ia (Khalid) membangunkan untuknya gereja untuk tempat ibadah bagi ibunya! tidak diragukan bahwa ia pantas diragukan keberagamaannya.

Untuk mengetahui lebih lengkap kejahatan dan kebejatan serta kefasikannya baca kitab Târikhnya Ibnu Katsir,10/20-21.

Selaki Lagi Mereka Memuji Pembenci Imam Ali as.!

Selain nama-nama di atas, Anda dapat menemukan nama Ishaq ibn Suwaid al Adwi al Bashir (W.131 H)… para ulama Ahli Hadis kebanggaan Ahlusunnah berlomba-lomba memujinya, padahal mereka mengetahui dan mengakui bahwa Ishaq itu membenci dan tidak segan-segan mencaci maki Imam Ali as.! Bukankan ini sebuah keanehan sikap?!

Ishaq tidak pernah merahasikan dan/atau malu-malu menampakkan kebenciaannya kepada Imam Ali as. bahkan ia membanggakannya. Dia berkata:

لا أحب عليا

“Aku tidak suka Ali.”

Namun demikian Ahmad (seorang imam besar empat mazhab Sunni), Ibnu Ma’in dan an Nasa’i mentsiqahkannya. Dia diandalkan oleh Imam Bukhari dan Msulim dalam keduan buku Shahihnya (yang diyakini tershahih setelah Al Qur’an; kitab suci terakhir umat Islam). Dan juga diandalkan oleh Abu Daud dan an Nasa’i.

Sikap Dualisme Yang Mengherankan!

Demikianlah mereka bersikap lembek, bersimpatik dan membanggakan ketsiqahan dan kejujuran para pembenci Imam ali as. dan mereka yang telah “menghiasi” mulut-mulut najis dengan caci-maki manusia suci; Ali ibn Abi Thalib…. Namun apabila giliran ada seorang perawi jujur “tertangkap basah” meriwayatkan sabda Nabi saw. tentang kejelakan Mu’awiyah anak Hindun (penguyah jantung Sayyidina Hamzah –paman Nabi saw.-); –khalifah keenam mereka yang sangat mereka banggakan kejeniusan, kesabaran dan ketulusannya kepada Islam dan kaum Muslimin- maka para ulama berlomba-lomba menghujaninya dengan berondongan anak panah beracum kecaman!! Seakan Mu’awiyah itu seorang nabi yang ma’shum yang tidak mungkin berbuat kekejian dan selalu dikawal para malaikat langit!

.

Data di bawah ini akan membuktikan apa yang saya katakan:

Al Khathib al Baghdâdi melaporkan bahwa Ahmad ibn Hanbal tidak sudi lagi meriwayatkan hadis dari Ubaidullah ibn Musa al ‘Absi setelah ia memergokinya menyebut-nyebut Mu’awiyah ibn Abi Sufyan. Lebih dari itu ia berusaha mempengaruhi Yahya ibn Ma’in agar juga membuang riwayat Ubaidullah. Ia mengutus utusan menemui Yahya dan memerintahnya agar menyampaikan pasan:

أخوك أبو عبد الله أحمد بن حنبل يقرأ عليك السلام ويقول لك: هو ذا تكثر الحديث عن عبيد الله وأنا وأنت سمعناه يتناول معاوية بن أبي سفيان وقد تركت الحديث عنه.

“Saudaramu; Abu Abdillah Ahmad ibn Hanbal mengucapkan salam atasmu dan berkata, ‘Ini dia engkau berbanyak-banyak meriwayatkan hadis dari Ubaidullah, sedangkan engkau dan aku mendengarnya menyebut-nyebut Mu’awiyah ibn Abi Sufyan. Kini aku sudah meninggalkan riwayat darinya.’” [1]

Pencaci-maki Imam Ali as. disanjung!! Yang menyebut-nyebut kejelekan Mu’awiyah dikecam dan dibuang riwayatnya! Sungguh mengerikan penyimpangan ini!!

Al Hasil, setelah ini semua apakah pentsiqahan dan/atau pencacatan yang dilontarkan para tokoh kenamaan Ahli Hadis Sunni terhadap para parawi itu masih berharga?! Sementara norma dan hakikat dari semua nila-nilai keislaman telah diputar-balikkan… yang fasik dipuji sebagai Abid dan jujur!! Pembenci Imam Ali as. dibanggakan sebagai penyandang Sunnah dan pemberantas Bid’ah!!

Lalu masihkan tersisa ruang untuk ketenteraman dalam kemurnian ajaran agama?!

Akankah kaum fasik itu memikul amanat ballighu ‘anni/sampaikanlah ajaran dariku?! Akankah Nabi saw. memuji mereka sebagai pengemban syari’at untuk generasi lanjutan?

Apakah syarat utama pengemban syari’at Islam dan Sunnah Nabi saw. adalah membenci dan mencaci maki Imam Ali as.?! Mengapakah mencaci maki Imam Ali as. menjadi tindakan terpuji, sementara mencacat Mu’awiyah, Abu Hurairah dkk. dikecam dan kadang dikafirkan sebab termasuk syatmul khiyarah/mencaci maki kaum shaleh yang baik?

Apakah demikian pilar mazhab Sunni? Jawabnya saya serahkan kepada Anda….

Wallahu A’lam.


 


[1] Tarikh Baghdad,14/427

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: