Seri Hadis-hadis Palsu Keutamaan Para Khalifah Rasyidîn (3)

Hadis Utsman Terbunuh Secara Mazlum Adalah Palsu

Di antara kepalsuan yng dibuat-buat untuk membela Utsman ibn Affan dan bahwa kematiannya adalah sebuah tindak kezalimat para sahabat dan generasi tabi’in ((yang konon dibanggakan kaum Wahhabi sebagai sebaik-baik generasi umat manusia di muka bumi ini)… di antara kepalsun-kepalsuan itu adalah hadis yang mengatakan bahwa Utsman adalah mati terbunuh secara aniaya/mazlum.

Hadis palsu itu mereka riwayatkan atas nama Anas ibn Malik dari Nabi saw.:

ليلة أسري بي دخلت الجنة فإذا أنا بتفاحة تعلقت عن حوراء قالت: أنا للمقتول ظلما عثمان.

“Ketika aku disir’kan, aku memasuki surga, lalu aku menyaksikan sebuah apel yang bergantung pada seorang bidadari, ia ia berkata, “Aku adalah disiapkan untuk utsman yang terbunuh secara mazlum.”

 

Status Hadis: Palsu.

Keterangan:

Hadis palsu di attas telah disebutkan adz Dzahabi dalam Mîzân-nya,2/20 dari jalur ‘Âbis ibn ibn Muhammad al ‘Adwi si gembong pemalsu hadis. Dan ia berkata:

خبر موضوع.

“Hadis palsu.”

Ia juga menyebutkan kembali dalam 3/293 dengan sedikit perubahan dalam redaksinya dari jalur Yahya ibn Syabîb si kadzdzâb/pembohong kelas kakap. Ia berkata:

هذا كذب. والله يعلم أي الرجلين وضعه.

“Ini adalah kebohongan belaka/hadis palsu. Dan Allah lah yang Maha mengetahui siapa dari mereka berdua yang memalsu hadis ini.”

Ibnu Hajar daalaam Lisân al Mîzân-nya,3/245 berkata:

ذكره ابن حبان في الضعفاء وقال: لا أصل لهذا من كلام النبي ولا أنس ولا ثابت ولا حماد هم رجال سند الحديث  و أوعز الذهبي إليه في الميزان في ترجمة عبد الله بن إبراهيم الدمشقي وقال: خبر باطل.

“Hadis ini telah disebutkan oleh Ibnu Hibbân dalam kitab adh Dhu’afâ-’nya dan ia berkata, ‘Hadis ini tidak punya asal muassal dari sabda Nabi ataupun ucapan Anas, tidak juga Tsabit ataupunn Hammâd. Mereka semua adalah perawi hadis. Adz Dzahabi dalam Mizân-nya mengisyaratkan kepadanya ketika menyebut sejarah hidup Abdullah ibn Ibrahim ad Dimasyqi. Dan ia berkata, ‘Ia adalah hadis batil.’”

Ibnu Hajar juga berkomentar tentang hadis dari jalur Uqbah ibn ‘Âmir pada,3/248:

لما عرج بي إلى السماء دخلت جنة عدن فوقعت في كفي تفاحة فانفلقت عن حوراء مرضية كان أشعار عينيها مكارم أشعار النسور فقلت: لمن أنت؟ قالت: أنا للخليفة من بعدك المقتول ظلما عثمان بن عفان.

“Ketika aku diisra’kan ke langit aku memasuki surga And, lalu jatuhlah ke telapak tanganku sebuah apel, lalu ia terbelah dan keluar darinya seorang bidadari yang sangat menawwan, bulu matanya bak bulu burung elang. Aku bertanya, ‘Milik siapaka engkau?’ Ia berkata, ‘Aku milik Khalifah sepeninggalmu yang terbunu secara aniaya; Utsman ibn Affan.

Ia menyebutkan hadis ini dalam Lisân-nya:293 dan berkata:

حديث منكر.

“Hadis ini adalah munkar.”

Dan hadis-hadis serupa dari jalur-jalur lain dengan redaksi yang sedikit berbeda semuanya adalah palsu. Al Khathib al Baghdadi, Ibnu Jauzi dan adz Dzahabi meyakini bahwa di antara yang memalsu adalah Muhammad ibn  Sulaiman Abu Ja’faar al Khazzâz.

Bagaimana tidak dianggap palsu hadis-hadis seprti itu, sementara yang terlibat dalam membakar masa untuk menghabisi nyawa Khalifah Utsman ibn Affan adalah para sahabat besar seperti Thalhah dan Aisyah istri kesayangan Nabi mauhammad saw…. Aisyah berkata –seperti masyhur diriwayakan para ulama  dalam kitab-kitab sejarah-, “Bunuhlah Utsman karena Sesungguhnya ia telah kafir!”

Sejarah membutkikan bahwa yang terlibat dalam pembunan Utsman setelah sebelumnya mengepungnya berhari-hari adalah sahabat Muhammad putra Khalifah pertama Abu Bakar, saudara Aisyah istri Nabi saw.

Jika utsman terbunuh secara zulman, berarti mereka semua yang terlibat, baik langsung seperti Muhammad ibn Abu Bakar ataupun tidak langsung seperti Aisyah putri Abu Bakar dan Thalhah adalah orang-orang yang zalim!

Akankah kita menuduh mereka zalim?

Atau kita memilih sikap paling aman yaitu: kita membungkam mulut kita, dan menyegel akal pikiran kita dari membicarakan apa yang terjadi di antara sabahat Nabi saw. dan setelah itu kita tetapkan pahala untuk masing-masing kubu yang bertikai dan saling membunuh…. Jadi tidak ada yang zalim dan tidak ada pula yang mazlum… semua kebagian pahala Allah Yang maha Adil lagi Maha Bijaksana!!

Dan itu artinya hadis di atas adalah palsu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: