Seri Hadis-hadis Palsu Keutamaan Para Khalifah Rasyidîn (1)

Hadis Palsu Keutamaan Abu Bakar, Umar dan Utsman

Di antara hadis-hadis palsu yang diproduksi oleh mulut-mulut beracum penebar kepalsuan adalah ribuan hadis palsu yang diatas namakan lidah suci Nabi Muhammad saw. yang memuji dan menyebut-nyebut keutamaan Abu Bakar, Umar dan Utsman…. .

Para ulama (termasuk ulama Ahlusunnah sendiri) telah membongkar kepalsuan dan kerja rapi para  pemaslu dari kalangan kelompok Bakriyyah yang sangat membenci kebenaran dengan kebencian mereka kepada Nabi saw. dan keluarganya.

Di sini kami ajak para pengunjung berwisata ke dunia hadis palsu untuk menyaksikan daari dekat produk kepalsuan mereka!

Hadis Dari Ibnu Abbbas ra.

عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

ما في الجنة شجرة إلا مكتوب على كل ورقة منها: لا إله إلا الله. محمد رسول الله. أبو بكر الصديق: عمر الفاروق، عثمان ذو النورين.

“Tiada di surga pepohonan melainkan termaktub pada setiap daunnya kalimat: Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad rasul, utusan Allah, Abu Bakar ash Shiddîq, Umar Farûq (yang memilah antara yang haq dan batil) dan Utsman Dzu Nurain (pemilik dua cahaya).”

Status Hadis:  Palsu

Keterangan: Hadis ini adalah hasil kepalsuan Ali ibn Jumail ar raqqi. Hadis ini telah diriwayatkan ole aht Thabarani dan ia berkata:

موضوع وعلي ابن جميل وضاع، وقد تفرد به وسرقه منه معروف بن أبي معروف البلخي، وعبد العزيز بن عمرو الخراساني رجل مجهول.

Hadis palsu dan Ali ibn Jumail (perawinya) adalah pemalsu kelas kakap. Ia telah menyendiri dalam meriwayatkannya dan kemudian dicuri darinya oleh Ma’ruf ibn Abi Ma’ruf al Balakhi. Dan Abdul Aziz ibn ‘Amr al Khurasani adalah seorang yang majhûl (tidak dikenal identitasnya).

Abu Nu’aim juga meriwayatkannya dari jalur Ali ibn Jumail. Dan al Khatli meriwayatkannya dalam Dîbâjnya dari jalur Abdu Aziz ibn ‘Amr al Khurasani, seperti disebutkan dalam kitab Mîizân al I’tidâl,2/138, dan adz Dzahabi (penulisnya) berkata:

عبد العزيز فيه جهالة والخبر باطل فهو الآفة فيه.

Abdul Aziz padanya terdapar Jahâlah (kemajhulan/tidak dikenal). Dan hadis ini adaalah batil. Ialah (Abdul Aziz) penyakit (penyebab/pemalsu) dalam hadis tersebut.”

Ibnu Aidy juga meriwayatkannya dari jalur Ma’ruf al Balakahi. Adz Dzahhabi dalam Mîizân al I’tidâl,3/184 berkata:

هذا موضوع لكنه مشهور بعلي بن جميل عن جرير وكان يحلف فيقول: حدثنا والله جرير، وقال ابن عدي: معروف هذا غير معروف ولعله سرقه من علي بن جميل.

“Hadis ini adalah palsu, akan tetapi ia dikenal dari (riwayat) Ali ibn Jumail dari Jarir, dan ia bersumpah seraya berkata, Demi Allah Jarir telah menyampaikan hadis kepada kami. Ibnu Adiy berkata, ‘Ma’ruf (si perawi itu) tidak dikenal. Kuat kemungkinan ia mencurinya dari riwayat Ali ibn Jumail.’”

Abul Qasim ibn Busyrân meriwayatkannya dalam kitab Amâli-nya dari jalur Muhammad ibn Abdi ibn ‘Amir as Samarqandi, dan dia adalah seorang pembohong kelas kakap dari ‘Ashim ibn Yusuf. Ibnu Adiy berkata:

روى أحاديث لا يتابع عليها.

Ia sering meriwayatkan hadis-hadis yang tidak didukung oleh orang lain.”

 

Al Khathib al Baghdadi juga meriwayatkannya dalam Tarikh Baghdâd-nya,5/4 dan 7/337 dari jalur Husain ibn Ibrahim al Ihthiyâthi dari Ali ibn Jumail. Adz Dzahabi berkata dalam Mîzân-nya,1/253 setelah menyebutkan jalur di atas:

هذا باطل والمتهم به حسين الاحتياطي.

“Hadis ini adalah palsu. Yang tertuduh (memalsu) adalah Husain al Ihthiyâthi.”

Dan dalam 3/184 ia berkata:

إنه موضوع.

“Ini adalah hadis maudhû’ (palsu).”

Ibnu Katsir Bersikap Nyeleneh!

Ibnu Katsir menyebutkannya dalam Tarikhnya,7/205 dari jalur ath Thabarani dan kemudian berkata:

إنه حديث ضعيف في إسناده من تكلم فيه ولا يخلو من نكارة.

“Ini adalah hadis lemah, dha’îf. Pada sanadnya terdapat orang yang masih dibicarakan. Dan di dalamnya tidak kosong dari kemunkaran.”

Ibnu Jakfari berkata:

Adalah aneh sikap Ibnu Katsir yang mengatrol hadis palsu ini dengan mengatakan bahwa ia hanya sekedar hadis lemah dan hanya memuat kemunkaran?! Padahal ia pasti mengetahui bahwa riwayat seperti itu tidak pantas disebut sebagai riwayat dha’îf dalam istilah ulama hadis, sementara ia menposisikan dirinya satu di antara ahli hadis! Tetapi apa hendak dikata, kecintaan memang membutakan dan menulikan dan tidak jarang membuat seorang berkalu bodoh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: