Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (8)

Di antara hadis yang diandalkan oleh Ibnu Abdil Wahhab –pendiri sekte Wahabiyah- dan juga oleh para pemuka kaum Nawâshib adalah riwayat yang mereka nisbatkan kepada Nabi saw. bahwa beliau telah menegaskan nama-nama para Khalifah dalam sebuah peristiwa ketika beliau berpatisipasi dalam membangun sebuah masjid. Hadis itu sebagai berikut:

وعن سفينة قال : لما بنى رسول الله صلى الله عليه وسلم المسجد وضع في البناء حجراً وقال لأبي بكر: ضع حجرك إلى جنب حجري. ثم قال لعمر: ضع حجرك إلى جنب حجر أبي بكر. ثم قال : هؤلاء الخلفاء بعدي” رواه إبن حبان ، وقال أبو زرعة: إسناده قوي لا بأس به ، والحاكم وصححه والبيهقي .

“Dari Safinah ia berkata, “Ketika Rasulullah saw. membangun masjid, beliau  melatakkan batu pada bangunan dan berkata kepada Abu Bakar, ‘Letakkan batumu di samping batuku!’ Lalu berkata kepada Umar, ‘Letakkan batumu di samping batu Abu Bakar.’ Setelahnya beliau bersabda, ‘Mereka adalah para Khalifahku sepeninggalku.” (HR Ibnu Hibbân, dan berkata Abu Zar’ah, ‘Sanadnya kuat, tidak mengapa-ngapa’, dan al Hakim dan ia menshahihkannya serta al Baihaqi.)

Ibnu Jakfari berkata:

Adapun hadis tentang silih bergantinya para Khalifah yang akan menggantikan Nabi saw.; Abu Bakar kemudian Umar kemudian Utsman dari sahabat Safinah adalah hadis riwayat Ibnu Hibbân dan al Hakim. Ibnu Hajar telah menyebutnya dalam kitab ash Shawâiq-nya:14 dan Ibnu Katsir dalam al Bidâyah wa an Nihâyah,6/204.

Namun sangat disayangkan hadis tersebut tidak memiliki sanad yang dapat dipertahankan. Para muhaddis Sunni telah meriwayatkannya dari jalur Nu’aim ibn Hammâd (W. 228H). Sementara itu semua yang akrab dengan kajian penelitian sejarah para periwayat mengatahuyi bahwa Nu’aim ibn Hammâd yang adalah seorang yang sangat cacat dalam dunia periwayatan. Ia adalah seorang pembohong besar dan pemalsu hadis.

Al Azdi berkata, “Nu’aim sering memalsu hadis untuk mendukung Sunnah dan kisah-kisah palsu dalam mencacat Nu’man, semua palsu. Lebih lanjut Anda saya persilahkan merujuk berbagai buku Rijâl untuk mengenali siapa sejatinya di pemalsu hadis di atas tersebut.

Sebagaimana juga dalam mata rantai riwayat tersebut terdapat seorang parawi yang sangat cacat yaitu Hasyraj ibn Nubatah, seperti akan saya sebutkan nanti ketika mendiskusikan hadis (no. 14) bahwa Khilafah adalah tiga puluh tahun!

Selain itu, ketika meriwayatkan hadis al hakim yang semakna dengan hadis di atas, adz Dzahabi menegaskan kepalsuannya dengan mengatakan, “Anda hadis itu benar pastilah ia sebagai nash/penunjukan tiga Khalifah! Dan ia sama sekali tidak shahih!”

Lagi pula andai benar Nabi saw. telah mensabdakan penujukan itu pastilah Abu Bakar dan Umar pasti akan berhujjah dengannya pada rapat darurat di pendopo  Saqifah bani Sâidah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: