Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (6)

Di antara riwayat-riwayat yang tak henti-hentinya dibanggakan sebagian penentang konsep Imamah Ali ibn Abi Thalib as. seperti Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb; pendiri Sekte Wahhâbiyah dkk. Yang mengatakan bahwa Nabi saw. menuliskan wasiat penunjukan atas Abu Bakar, sebab beliau saw. khawatir akan ada orang yang menginginkan jabatan itu. Kerena Allah dan Rasul-Nya serta kaum Mukmin hanya menghendaki Abu Bakar bukan selainnya! Tidak Ali as. atau selainnya! Yang kemudian mereka simpulkan bahwa sesiapa yang enggan mengakui Khilafah Abu Bakar ash Shihddîq berarti ia benar-benar telah keluar dari keimanan alias kafir, munafik atau terserah Anda menyebutnya!

Riwayat itu adalah sebagai berikut:

وعن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم في مرضه الذي مات فيه ادعي لي أباك وأخاك حتى أكتب كتاباً فإني أخاف أن يتمنى متمن ويقول قائل : أنا أولى ، ويأبى الله و المؤمنون إلا أبابكر. رواه مسلم وأحمد.

“Dari Aisyah ra. ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda di sa’at sakit yang  mengantarkan kepada kamatiannya, ‘Panggilkan ayahmu dan saudaramu untukku agar aku menulis sepucuk surat, karena aku khawatir ada seorang yang menginginkan dan berkata, ‘Aku lebih berhak atas Khilafah.’ Semantara Allah dan oraang-orang yang beriman tidak memaukan kecuali Abu Bakar.” (HR Muslim dan Ahmad.)

Setelah membawakan riwayat di atas, Ibnu Abdil Wahhâb an Najdi (pendiri sekte Wahhabiyah) menyimpulkan:

وهذا الحديث يُخرج من يأبى خلافة الصديق عن المؤمنين .

“Dan hadis ini mengeluarkan siapa saja yang menolak Khilafah Abu Bakar ash Shiddîq dari kelompok kaum Mukminin!”

Ibnu Jakfari:

Demikianlah mereka hendak menyimpukan sebuah kesimpulan serius yang menvonis kafir dan keluar dari lingkaran kaum Mukminin sesiapa yang enggan atau menolak menerima kekhalifahan Abu Bakar –putra Abu Quhafah-!!

Sementara hadis itu penuh masalah!

Pertama yang perlu kita ketahui adalah:

A) Hadis itu telah menvonis kafir/keluar dari keimanan sesiapa yang enggan menerima kekhalifahan Abu Bakar, persis seperti yang disimpulkan Syeikh –dan itulah memang yang menjadi tujuan utama pembuatnya-… Dan itu artinya ia telah menvonis banyak pembesar sahabat Nabi saw. yang akhyâr/baik lagi istiqamah dari kalangan as Sâbiqînal awwâlîn, baik kaum Anshar maupun Muhajirin dari lingkaran keimanan… utamanya Ali ibn Abi Thalib –Khalifah keempat kaum Muslimin-, paling utamanya umat setelah ketiga Khalifah (menurut Ahlusunnah)-. Sebagaimana telah ditegaskan Siti Aisyah akan keengganan beliau menerima kekhilafahan Abu Bakar, seperti telah lewat saya buktikan! Sebagaimana juga hadis itu menvonis keluar dari lingkaran keimanan seluruh Bani Hasyim, seperti ditegaskan az Zuhri bahwa tidak seorang pun dari Bani Hasyim memberikan baiat dan mengakui Abu Bakar selama enam bulan![1] Seperti juga para pengikut setia Imam Ali as., seperti Ammar ibn Yasir, Zubair ibn Awwam, Miqdad ibn Aswad, dkk.

B) Kalaupun mereka kemudian setelah bertahan enam bulan menentang kekhalifahan Abu Bakar memberikan baiat untuknya, maka di sini perlu disadari bahwa, (1) Apa nasib dan status Imam Ali dan mereka yang menentang kekhalifahan Abu Bakar selama enam bulan penentangan itu? Apakah kita menetapkan status kafir untuk mereka!? Lalu kapan mereka itu kembali memeluk Islam dan masuk ke dalam lingkaran keimanan? Dan apakah harus dengan mengucapkan syahadatain/dua kalimat syahadat plus dengan tambahan wa asyhadu anna Aba Bakr Khalifatu Rasulillah/dan aku bersaksi bahwa Abu Bakar adalah Khalifah Rasulullah! (2) Sa’ad ibn Ubadah tetap pada pendiriannya menolak kekhalifahan Abu Bakar! Seperti juga putri kesayangan dan belahan jiwa Rasulullah saw.; Fatimah az Zahra as., apakah kaum Wahhâbi akan tegas dalam menvonis mereka kafir?!

C)    Sejak kapan dan atas dasar apa keimanan kepada kekhalifahan Abu Bakar sebagai ushûluddîn dan sekaligus penentu keimanan? Bukankah menurut pandangan Teologi Sunni keimamahan adalah bagian dari furû’uddîn!? Mengapakah sedemikan kacaunya doqma-doqma kaum Nawâshib/para pembenci Ali dan Ahlulbait Nabi saw.?! mengapakah ketika berbohong atas nama Rasulullah saw. mereka tidak menggunakan sedikit kecerdasan mereka? Coba Anda perhatikan ayat-ayat Al Qur’an yang menetapkan criteria iman dan kafir, tidak sedikitpun menyinggung bahwa keimanan seorang bergantung kepada menerima atau menolak Khilafah Abu Bakar dan atau Umar! Perhatikan hadis-hadis tentang batasan-batasan iman dan kufur dalam Shahih Bukhari dan Muslim serta kitab-kitab Shihâh lainnya, adakah menerima atau menolak kekhalifahan Abu Bakar menjadi penentu, atau bahkan sedikit memberikan pengaruh atas keimanan dan kekafiran? Semua itu tidak akan pernah Anda temukan! Lalu mengapakan mereka membuat-buat kepalsuan atas nama agama? Kaburat kalimatan takhruju min afwâhihim!

D)    Riwayat seperti di atas tidak lain hanya sekedar upaya konyol sebagian kaum pemalsu untuk menandingi hadis-hadis shahih yang telah diriwayatkan para ulama Ahlusunnah, utamanya Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang menegaskan bahwa Nabi saw. di detik-detik terakhir kehidupan beliau hendak menuliskan sebuah wasiat keselamatan terakhir untuk umat manusia, namun sebagian sehabat Nabi saw. yang sedang menjenguk beliau mengacaukan niatan itu dan menentangnya, sehingga beliau pun mengusir meraka! Di bawah ini akan saya sebutkan beberapa riwayat hadis Bukhari tersebut.

  • Hadis pertama:

Dari ibnu Abbas ra., ia berkata: Ketika sakit Nabi saw. kian parah, beliau bersabda, “Berikan kepadaku selembar kertas, akan aku tuliskan untuk kalian sebuah wasiat yang kalian tidak akan tersesat setelahnya.” Umar berkata, “Sesungghuhnya Nabi saw. telah dikuasai oleh sakitnya, dan kita sudah memiliki Kitab Allah, cukup bagi kita Kitab Allah”. Lalu para pengunjung berselisih dan terjadilah keributanpun, kemudian Nabi saw. bersabda, “Menyingkirlah kalian dariku! Tidak sepantasnya terjadi perselisihan (keributan) di hadapanku.”

Maka Ibnu Abbas keluar dan berkata, “Sesungguhnya bencana yang sebenar banar arti bencana ialah dihalanginya Rasulullah saw. dari penulisan wasiat beliau.”[2]

Riwayat kedua :

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, “Ketika Rasulullah saw. terbaring sakit yang membawa wafat beliau dan ketika itu di dalam rumah ada banyak orang (pengunjung), di antara mereka ada Umar bin Khaththab, Nabi saw. bersabda, “Berikan kepadaku (selembar kertas), aku akan tuliskan untuk kalian sebuah wasiat yang dengannya kalian tidak akan tersesat.” Lalu Umar berkata, “Sesungguhnya ia telah dikuasai oleh sakitnya itu, dan kalian telah memliki Al Qur’an, cukup bagi kita Kitab Allah“. Maka berselisih dan ributlah penghuni rumah, di antara mereka ada yang berkata, ‘Berikan pada Rasulullah kertas itu agar beliau menulis wasiat yang dengannya kalian tidak akan tersesat selamanya.’ Dan di antara mereka ada yang berkata seperti ucapan Umar. Maka ketika berselisih dan banyak berbuat keributan serta perselisihan di hadapan Nabi saw., beliau bersabda, “Menyingkirlah kalian!!”

Ubaidullah berkata, “Ibnu Abbas berkata, “Bencana yang sebenar- benar bencana adalah dihalanginya Rasulullah saw. dari penulisan wasiat untuk mereka dikarenakan keributan dan perselisihan mereka.”[3]

Riwayat ketiga :

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Hari kamis! Tahukah kamu apa hari kamis itu?! Kemudian ia menangis sampai janggutnya terbasahi oleh derasnya cucuran air mata, lalu ia melanjutkan, ‘Sakit Rasulullah saw.makin keras, lalu beliau bersabda, Bawakan kepadaku selembar kertas, aku akan tuliskan surat wasiat, setelahnya kalian tidak akan tersesat selamanya!’

Lalu mereka berselisih dan membuat keributan– dan tidaklah pantas di hadapan Nabi saw. ada keributan-, mereka berkata, ‘Rasulullah saw. telah melantur.’ Maka Nabi saw. bersabda, “Tinggalkan aku , apa yang aku alami lebih baik dari apa yang kalian mengajakku kepadanya.”[4]

Umar ibn Al Khaththab Mengakui Kebenaran!

Apa yang kami katakan bahwa Nabi saw. telah berniat mempertegas pengangkatan Imam Ali as. di Ghadir Khum dengan surat wasiat tertulis di akhir hayat beliau telah diakui mkebenarannya oleh Umar ibn al Kthaththab sendiri. Karenanya ia dan rekan-relannya berusaha menghalangi penulisan itu dengan alasan bahwa sudah cukup Kitab Allah ada di tengah-tengah umat Islam! Dan kemudian dikatakan oleh para pendukungnya bahwa niatan Umar itu sebenarnya baik, yaitu karena kasihan kepada Nabi saw. agar beliau tidak usah repot-repot.

Perhatikan pengakuan Umar dalam dialoq dengan Ibnu Abbas di bawah ini:

Umar: Hai Abdullah jawablah dengan jujur, apakah Ali masih menyimpan di hatinya anggapan bahwa ia lebih berhak dalam jabatan khilafah ini?

Ibnu Abbas: Ya, benar.

Umar: Apakah ia mengklaim bahwa Rasulullah telah menunjuknya sebagai Khalifah?

Ibnu Abbas: Ya, benar, bahkan aku tanyakan tentang penunjukan itu kepada ayahku dan ia pun membenarkan.

Umar: Aku tahu, bahwa ia memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah, dan ketika  beliau di hari–hari akhir ingin menunjuknya dengan nama terang, maka aku halangi beliau.”[5]

Maka dengan demikian riwayat adanya niatan penulisan surat pengangkatan Abu Bakar adalah sekedar sebuah kepalsuan belaka yang dibuat-buat oleh kaum Al Bakriyah demi membela keabsahan khilafah Abu Bakar, sementara ia sendiri tidak butuh pembelaan itu!

****

Dan yang tidak kalah palsunya dari riwayat palsu di atas adalah dongen riwayat yang akan kami paparkan dalam tulisan akan datang. Nantikan!

 


[1] Lebih lanjut baca Târikh ath Thabari,3/208 dan al Kamil fi at Târikh,2/321.[2] Shahih Bukhari, Kitabul Ilmi, bab Kitabatul ilmi, 1\38-39.

[3] Shahih Bukhari, Kitabuth Thib, bab Qaulul Maridh Qûmû!, 7\155-156, Shahih Muslim pada akhir Kitabul Washiyah, Musnad Ahmad, 4\356 hadis ke: 2992.

[4] Shahih Bukhari, Kitab Fadhlul Jihad, bab Hal Yusytasyfa’u Ila Ahlidz Dzimmah,4\84-85.

[5] An Nidhâm As Siyâsi: 142 menukil dari Syarah Nahjul Balaghah; Ibnu Abil Hadid, 3\105.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: