Dan sebenarnya para ulama Ahlul Sunnah sendiri telah mencatat bahwa Umarlah yang telah mengharamkan nikah mut’ah, Dasar Nikah Mut’ah, An-Nisa (4) : 24

Dasar Nikah DaimAn-Nisa (4)  : 4

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai PEMBERIAN DENGAN PENUH KERELAAN. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya
.
Dasar Nikah Mut’ah,  An-Nisa (4)   : 24
وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَاء ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَالِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً
dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang TELAH kamu ni’mati (campuri) di antara mereka, BERIKANLAH KEPADA MEREKA MAHAR MAHARNYA (dengan sempurna), SEBAGAI SUATU KEWAJIBAN; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
.
Dengan memperhatikan kedua ayat diatai , kita akan tau adanya dua perbedaan dalah hal yaitu :
1.. Waktu memberikan  mahar. ( diberikan didepan [daim] dan diberikan dibelakang [mut’ah])
2.. Status Mahar. (sebagai suka rela dan sebagai kewajiban)
.
Hanya dengan memperhatikan dua ayat tersebut pengguna akal sehat langsung tahu itu adalah jenis perkawinan yang berbeda :
1.  Yang pertama (Nikah Daim) , Mahar diberikan didepan dan diberikan sebagai shadaqah, sukarela.
2.  Yang kedua (Nikah Mut’ah), Mahar diberikan dibelakang dan sebagai suatu kewajiban.
Terjadi kontroversi adalah ketika seseorang membatalkan Nikah Mut’ah, Dia adalah Khalifah Umar , dia  orang yang pertama mengharamkan nikah mut’ah.[al-Suyuti, Tarikh al-Khulafa’, hlm. 137] Pernyataan  al-Suyuti sebagai berikut :
a)  Nikah mut’ah adalah halal menurut Islam.
b)  Khalifah Umarlah yang mengharamkan nikah mut’ah yang telah dihalalkan pada waktu Rasulullah (Saw.), khalifah Abu Bakar dan pada waktu permulaan zaman khalifah Umar.
c)  Umar mempunyai kuasa veto yang boleh memansuhkan atau membatalkan hukum nikah mut’ah sekalipun ianya halal di sisi Allah dan Rasul-Nya. Al-Suyuti seorang Mujaddid Ahlil Sunnah abad ke-6 Hijrah mempercayai bahwa nikah mut’ah adalah halal, karena pengharamannya adalah dilakukan oleh Umar dan bukan oleh Allah dan RasulNya.Kenyataan al-Suyuti adalah berdasarkan kepada al-Qur’an dan kata-kata Umar sendiri
.
Dan sebenarnya para ulama Ahlul Sunnah sendiri telah mencatat bahwa Umarlah yang telah mengharamkan nikah mut’ah sebagai berikut:
a)  Al-Baihaqi di dalam al-Sunan, V, hlm. 206, meriwayatkan kata-kataUmar,”Dua mut’ah yang dilakukan pada waktu Rasulullah (Saw.)  tetapi aku melarang kedua-duanya dan aku akan mengenakan hukuman ke atasnya, yaitu mut’ah perempuan dan mut’ah haji”.
.
b)  Al-Raghib di dalam al-Mahadarat, II, hlm. 94 meriwayatkan bahwa Yahya bin Aktam berkata kepada seorang syaikh di Basrah:”Siapakah orang yang anda ikuti tentang harusnya nikah mut’ah.”Dia menjawab:”Umar al-Khatab.“Dia bertanya lagi,”Bagaimana sedangkan Umarlah orang yang melarangnya.“Dia menjawab:”Mengikut riwayat yang sahih bahwa dia menaiki mimbar masjid dan berkata: Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah menghalalkan untuk kalian dua mut’ah tetapi aku  mengharamkan kedua-duanya (mut’ah perempuan dan mut’ah haji). Maka kami menerima kesaksiannya tetapi kami tidak menerima pengharamannya.”
.
c)  Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata:”Kami telah melakukan nikah mut’ah dengan segenggam kurma dan gandum selama beberapa hari pada waktu Rasulullah dan Abu Bakar sehingga Umar melarang dan mengharamkannya dalam kes Umru bin Harith.[Muslim, Sahih, I, hlm. 395; Ibn Hajar, Fatih al-Bari, IX, hlm.41; al-Muttaqi al-Hindi, Kanz al-Ummal, VIII, hlm.294]
d)  Dari Urwah bin al-Zubair,”Sesungguhnya Khaulah bt. Hakim berjumpa Umar al-Khattab dan berkata:”Sesungguhnya Rabiah bin Umaiyyah telah melakukan nikah mut’ah dengan seorang perempuan, kemudian perempuan itu mengandung, maka Umar keluar dengan marah dan berkata:”Sekiranya aku telah memberitahukan kalian mengenainya dari permulaan niscaya aku merajamnya.”Isnad hadis ini adalah tsiqah, dikeluarkan oleh Malik di dalam al-Muwatta’, II, hlm. 30;al-Syafi’i, al-Umm, VII, hlm. 219;al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra, VII, hlm. 206]
e)  Kata-kata Imam  Ali AS,”Sekiranya Umar tidak melarang nikah mut’ah niscaya tidak seorang pun berzina melainkan orang yang celaka.“[al-Tabari,Tafsir, V, hlm. 9; Fakhruddin al-Razi, Mafatih al-Ghaib, III, hlm.200; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, II, hlm.140]
Kata-kata Ali a.s ini menolak dakwaan orang yang mengatakan bahwa Ali telah melarang nikah mut’ah karena beliau tidak memansuhkan ayat di dalam</span> Surah al-Nisa’ (4):24.
f)   Dari Ibn Juraij, dari ‘Ata’ dia berkata:”Aku mendengar Ibn Abbas berkata: “Semoga Allah merahmati Umar, mut’ah adalah rahmat Tuhan kepada umat Muhammad dan jika ia tidak dilarang (oleh Umar) niscaya seseorang itu tidak perlu berzina melainkan orang yang celaka.“[al-Jassas,al-Ahkam al-Qur’an, II, hlm. 179; al-Zamakhshari, al-Fa’iq, I, hlm. 331;al-Qurtubi,Tafsir, V, hlm. 130]
.
Pertanyaan bagi “mereka” yang masih meragukan halanya Nikah Mut’ah :
1. Menurut kalian an-Nisa : 24 itu ayat Nikah apa ?
2. Ketika rasulullah menghalalkannya , ayat apa yang mendasarinya ?
3. Dan ketika Beliau SAWW mengharamkannya , ayat apa yang menjadi dasarnya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: