Benarkah Syiah Menyakini Tahrif Quran ? [ 1 ]

Salah satu tuduhan serius yang dilontarkan oleh Ustad FAO terhadap Syi’ah adalah soal keterpeliharaan ayat – ayat suci Al Qur’an dari perubahan ( tahrif ), baik terhadap penambahan maupun pengurangan. Pada makalahnya tersebut ( halaman 6 ) di bawah subjudul Pokok – Pokok Penyimpangan Syi’ah secara umum, Ustad FAO menulis ( item no.3 ) : “ Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya …….”. Kemudian, beliau menyebutkan beberapa riwayat Syi’ah yang mengindikasikan adanya penambahan ayat – ayat suci Al Qur’an.

Entah darimana Ustad ini mendapatkan statement bahwa “ Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambah dan atau dikurangi ”. Jangan – jangan ini hanya muncul dari mimpi anda saja, Pak Ustad !. Saya tantang anda untuk membuktikan dimana dan kapan adanya ijma’ ulama Syi’ah yang menyatakan bawa “ Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambah atau dikurangi ” !. Hati – hati dengan fitnah dan dusta !.

Di dalam buku berjudul “ Sunnah Syi’ah Dalam Ukhuwah Islamiyah “, karya Husein Al Habsyi, pada halaman 98 di bawah subjudul Beberapa Pendapat Ulama Syi’ah Imamiyah Tentang Al Qur’an, tertulis sebagai berikut :

“Perlu diketahui, tuduhan yang mengatakan bahwa Syi’ah Imamiyah beranggapan bahwa Al Qur’an telah diubah atau dikurangi adalah tuduhan yang tidak berdasar dan salah. Disini kami ingin menyampaikan keterangan – keterangan ulama Syi’ah Imamiyah yang berkaitan dengan masalah ini, antara lain :

1. Syaikh Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih Al Qummi

Di dalam risalahnya yang berjudul I’tiqaduna Fi Al Qur’an menyebutkan : “ Keyakinan kami tentang Al Qur’an ialah bahwa Al Qur’an yang sebenarnya adalah yang sekarang ada pada masyarakat dunia dan tidak lebih dari itu. Dan, orang yang menuduh bahwa Syi’ah Imamiyah mengatakan dan beranggapan lebih dari itu, ketahuilah bahwa ia adalah seorang pembohong”.

Al Qummi juga dengan tegas mengatakan bahwa “ Keyakinan dan anggapan seperti itu adalah anggapan seluruh Imamiyah dan mereka mengatakan bohong kepada orang yang menuduh adanya pengubahan ( tahrif ) pada Syi’ah ”

2. Syaikh Muhammad bin Hasan Al Thusi

Al Tibyan fi Tafsir Al Qur’an : “Anggapan bahwa Al Qur’an telah dikurangi dan ditambah sama sekali tidak layak diketengahkan oleh siapapun yang membahas persoalan ini, sebab adanya tambahan sudah di-ijma’- kan kebatilannya”

3. Abu Ali Al Fadhl Al Thabrasi

Penulis kitab Tafsir Majma’ Al Bayan mengatakan dalam salah satu mukadimah kitabnya : “ Anggapan tentang adanya penambahan Al Qur’an merupakan satu hal yang sudah jelas salah dan menyalahi ijma’ yang ada….”.

4. Syaikh Al Nabhani

Al Syaikh Bahauddin Muhammad bin Al Husain Al Amili berkata : “ Pendapat yang benar ialah bahwa Al Qur’an terjaga dari pengubahan baik berupa pengurangan maupun penambahan, berdasarkan firman Allah SWT : “ Dan sesungguhnya Kami benar – benar memeliharanya “ ( QS 15 : 9 ).

5. Al Muhaqqiq Al Tsani

Syaikh Ali bin Abdil Al Kharkhi yang dikenal dengan gelar Al Muhaqiq Al Tsani telah menulis sebuah buku tentang penolakan adanya pengurangan dan penambahan Al Qur’an berdasarkan ijma’.

6. Syaikh Ja’far Al Najafi

Syaikh Ja’far Al Najafi adalah seorang yang terkemuka pada zamannya dan ia adalah salah seorang ahli fiqih. Dalam mukadimah bukunya yang berjudul Kasyif Al Ghita’ , beliau menulis : “Tidak ragu lagi, Al Qur’an senantiasa terjaga dari kekurangan dengan penjagaan yang ketat dari Allah yang disebutkan dalam Al Qur’an dan kesepakatan para ulama di setiap zaman. Pendapat beberapa orang yang menolak keterangan itu tidak perlu dirisaukan”

7. Al Sayyid Muhsin Al Muhaqqiq Al Baghdadi

Ia adalah salah satu tokoh terkemuka pada zamannya. Dalam bukunya yang berjudul Syarh Al Waqifiyah , sebuah uraian mengenai ushul fiqih, ia menulis : “ Adanya ijma’ para ulama tentang tidak adanya tambahan di dalam Al Qur’an didukung oleh kebanyakan ulama. Begitu pula ulama kami, Syi’ah Imamiyah, mereka juga sepakat tentang tidak adanya kekurangan di dalam Al Qur’an”

Yang kami sebutkan di atas adalah nama ulama akhir – akhir ini atau yang sering kali disebut dengan ulama’ mutaakhkhirin . ( ‘Sunnah Syi’ah Dalam Ukhuwah Islamiyah, karya tokoh Syi’ah termuka, Husain Al Habsyi, halaman 98 – 102 ).

Nah, anda lihat seluruh para ulama Syi’ah sudah sepakat ( ‘ijma ) bahwa Al Qur’an tidak mengalami perubahan ( tahrif ) , baik penambahan ataupun pengurangan. Lalu, muncullah Ustad FAO yang bukan Syi’ah dan secara semena – mena memvonis bahwa Syi’ah meyakini tahrif Al Qur’an . Ini sangat menggelikan dan kita harus mempertanyakan, darimana anda mendapatkan ‘wangsit’ semacam itu , Pak Ustad ???.

Sengaja saya mengutip pendapat para ulama Syi’ah tersebut langsung dari bukunya Ustad Husain Al Habsyi yang berjudul ‘ Sunnah Syi’ah Dalam Ukhuwah Islamiyah ‘ itu. Kenapa ?. Karena, buku ini dimiliki oleh Ustad FAO dan sempat dipertontonkannya kepada para hadirin / hadirat yang hadir pada acara Dauroh Sehari itu. Namun , sayang seribu sayang , mungkin karena terlalu sibuk mendakwahi umat untuk mewaspadai Syi’ah di sana sini, saya yakin buku itu tidak sempat dibacanya. Ia tidak tahu bahwa isi buku tersebut justru bertentangan dengan apa yang dikatakannya. Maka, – meminjam ungkapan yang selalu beliau kumandangkan – saya akan mengatakan , dari mulutmu wahai Ustad , kami akan mengalahkanmu !.

Bersambung …………………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: